1. Tegas dan Menginspirasi Tegas dan Akurat
Jangkauan Cilgon Tegas dan Menginspirasi Kapolsek Na IX‑X, AKP Yustina, S.H., M.H., mendapat kehormatan menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada penurunan bendera HUT RI ke‑80 tingkat Kecamatan Na IX‑X yang berlangsung di Lapangan Camat Aek Kota Batu. Dalam perannya, ia mendukung kelancaran acara yang berlangsung khidmat dan berjalan kondusif. Upacara ini juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintahan dan tokoh masyarakat setempat.(turn0search9)
2. Gaya Naratif – Sosok Tegas di Tengah Sore yang Khidmat
Senja di Labura tak hanya membungkus udara dengan keheningan—namun juga kewajiban. Saat bendera mulai diturunkan, langkah AKP Yustina tegap dengan pakaian dinas yang rapi mencuri perhatian. Setiap geraknya menunjukkan disiplin, memberi nuansa estetika dan wibawa. Detik-detik penurunan itu menjadi pengingat bahwa perempuan bisa berdiri di barisan terdepan—bukan sebagai simbol, tapi sebagai pemimpin.
Baca Juga: Meresahkan Dewan Desak Pemerintah Segera Lakukan Penangkapan Buaya
3. Tegas dan Menginspirasi Simbol Kepemimpinan Wanita di Ruang Publik
Keputusan menempatkan seorang polwan sebagai Irup dalam momentum penting merupakan cermin realita: kepemimpinan perempuan dalam institusi publik kian dihargai. AKP Yustina tak hanya memimpin protokoler, ia menghadirkan contoh bahwa disiplin dan profesionalisme tidak berbatas gender. Momen ini menjadi resonansi semangat emansipasi yang tumbuh di akar budaya serta institusi.
4. Analisis Simbolis – Dampak dan Pesan Kebangsaan
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Representasi Gender | Kehadiran AKP Yustina sebagai Irup mencerminkan inklusivitas dalam kepemimpinan. |
| Kodrat Profesi | Menempatkan personel terbaik sebagai pemimpin upacara—berbasis kompetensi, bukan stereotip. |
| Memaknai Kemerdekaan | Acara ini bukan hanya rutinitas, tapi simbol persatuan—wanita sebagai bagian integral penjaga nilai nasional. |
| Inspirasi Lokal | Menumbuhkan semangat bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk berani memimpin di ruang publik. |
5. Inspiratif – Kepala Polisi, Ibu Teladan
Bayangkan seorang ibu, mengenakan seragam kebanggaan, berdiri di depan barisan upacara dengan tatapan penuh tanggung jawab. Itulah AKP Yustina. Setelah tugas selesai, ia memberikan kejutan manis—memberikan cenderamata kepada para Paskibraka, sebagai bentuk apresiasi. Kehadiran dan kepeduliannya menjadi membekas, melebihi huruf-huruf teks pidato—melalui tindakan nyata.
Ringkasan Gaya Penulisan
| Gaya Penulisan | Fokus Utama |
|---|---|
| Berita Singkat | Fakta dan konteks upacara oleh AKP Yustina |
| Naratif | Visual dan emosi momen penurunan bendera |
| Reflektif | Makna simbolis peran perempuan dalam negeri |
| Analitis | Dampak dan pesan kepemimpinan Inklusif |
| Inspiratif | Teladan dan apresiasi dari sosok pemimpin hadir |






