Erick Thohir Terkesima, Stadion Internasional Banten Siap Jadi Epicentrum Sepak Bola Nasional
Jangkauan Cilegon– Suasana di kawasan Stadion Internasional Banten pada Jumat siang terasa berbeda. Bukan untuk sebuah pertandingan, melainkan untuk sebuah kunjungan yang berpotensi mengubah peta sepak bola di Provinsi Banten dan memberikan napas baru bagi persepakbolaan nasional. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, hadir untuk meninjau langsung salah satu aset infrastruktur olahraga terbaik di Indonesia, didampingi langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni dan Ketua Asprov PSSI Banten, Pilar Saga Ichsan.
Kunjungan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif ini bukan sekadar seremonial belaka. Ini adalah sinyal kuat bahwa Banten, yang selama ini mungkin lebih dikenal dengan industri dan kekuatan ekonominya, sedang bersiap untuk melesat menjadi destinasi utama sepak bola Indonesia.
Sebuah Stadion yang Membuat Ketua PSSI “Terkejut dan Bangga”
Berjalan menyusuri setiap sudut stadion berkapasitas 35.000 penonton itu, Erick Thohir tampak cermat mengamati. Dari kualitas lapangan, fasilitas ganti pemain, ruang wasit, tribun penonton, hingga fasilitas pendukung seperti pencahayaan dan sistem penyiaran. Hasilnya adalah sebuah apresiasi yang tulus dan spontan.
“Saya terkejut dan bangga melihat Stadion Internasional Banten,” ujar Erick Thohir dengan nada antusias. “Tidak hanya kapasitasnya yang besar, tetapi juga fasilitas pendukungnya sangat luar biasa. Ini adalah aset penting bagi sepak bola nasional.”

Baca Juga: Sebuah Usaha Tidak Kenal Lelah Akhirnya Bawa Pulang Dua Anggota Keluarga yang Hilang
Ucapan “terkejut” dari seorang petinggi yang telah melihat banyak stadion di dalam dan luar negeri ini bukanlah hal sepele. Ini menunjukkan bahwa Stadion Internasional Banten memiliki kualitas yang melampaui ekspektasi dan telah memenuhi standar nasional, bahkan berpotensi untuk standar internasional.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyambut baik apresiasi dari Ketua PSSI. Kehadirannya mendampingi Erick Thohir menegaskan komitmen politik yang kuat dari Pemerintah Daerah untuk mendukung pengembangan sepak bola. “Ini adalah wujud nyata komitmen kami membangun Banten dari segala sektor, termasuk olahraga. Infrastruktur yang bagus adalah fondasi untuk mencetak atlet yang berprestasi,” kata Andra Soni.
Sementara itu, Pilar Saga Ichsan, sebagai pimpinan kunci PSSI di Banten, melihat kunjungan ini sebagai momentum bersejarah. “Ini adalah energi positif bagi kami di Asprov PSSI Banten dan seluruh stakeholders sepak bola di daerah. Dukungan dari Pak Gubernur dan apresiasi dari Pak Erick menjadi bahan bakar semangat kami untuk memajukan sepak bola Banten,” ujar Ichsan.
Sinergi Pentahelix: Kunci Menuju Kesempurnaan
Erick Thohir tidak hanya berhenti pada pujian. Ia langsung menyelami pokok persoalan yang sering menghambat pengelolaan stadion di Indonesia: infrastruktur pendukung. Sebuah stadion megah bisa kehilangan nilainya jika akses jalan macet, parkir semrawut, atau minim transportasi umum.
Dengan penuh komitmen, Erick menyatakan akan menjadi jembatan untuk menyinergikan semua level pemerintahan. “Ini harus kita dorong bersama. Saya akan berkoordinasi dengan Gubernur, Walikota, dan Bupati di Provinsi Banten guna menyempurnakan infrastruktur pendukung stadion. Saya akan membawa hal ini ke pemerintah pusat agar dukungan terhadap infrastruktur stadion ini semakin maksimal,” tegasnya.
Pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi (PSSI), pelaku bisnis, dan masyarakat ini adalah formula yang tepat untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.
Mimpi Besar: Laga Internasional dan Liga 4 Banten
Kunjungan Erick Thohir langsung berbuah rencana nyata yang sangat menggembirakan. Ia mengumumkan bahwa PSSI berencana menggelar pertandingan internasional kelompok umur (youth tournament) di Stadion Internasional Banten pada Juni tahun depan (2026). Ini adalah kepercayaan besar, mengingat sebelumnya Sumatera Utara sukses dengan Timnas U17 putra dan Solo dengan Timnas U16 putri.
“Keberadaan stadion ini akan mengangkat dan mempromosikan Banten di kancah nasional dan internasional. Timnas kita akan bermain di sini, dan itu akan menjadi momentum besar bagi sepak bola Banten,” jelas Erick.
Tidak hanya di level elit, Erick juga memberikan perhatian khusus pada akar rumput. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran PSSI di Banten, termasuk Askot (Asosiasi Kota) dan Askab (Asosiasi Kabupaten), yang telah menunjukkan kesiapan untuk segera memutar Liga 4.
“Saya sangat mengapresiasi semangat Asprov, Askot, dan Askab PSSI di Banten. Liga 4 akan menjadi wadah pembinaan yang penting, dan para juaranya akan berkesempatan tampil di Liga 3 yang memperebutkan Piala Gubernur,” tutup Erick.
Liga 4 yang melibatkan klub-klub dari kota dan kabupaten se-Banten ini akan menjadi liga amatir yang vital, sebagai jalur pipa bagi lahirnya bakat-bakat baru untuk kemudian bersaing di Liga 3 dan seterusnya.
Sebuah Babak Baru untuk Sepak Bola Banten
Kunjungan kerja Erick Thohir ke Stadion Internasional Banten meninggalkan optimisme yang tinggi. Apa yang terjadi hari ini adalah lebih dari sekadar tinjauan lapangan; ini adalah deklarasi bersama untuk sebuah era baru.
Erick Thohir membawa visi dan koneksi nasional-internasional. Gubernur Andra Soni membawa komitmen dan sumber daya daerah. Pilar Saga Ichsan membawa semangat dan dedikasi untuk membina sepak bola dari dasar. Ketiganya bersinergi dengan sempurna.
Stadion Internasional Banten kini bukan lagi sekadar bangunan beton dan besi. Ia telah ditahbiskan sebagai “Home of Banten Football” – rumah bagi Timnas Indonesia untuk berlaga, rumah bagi talenta muda Banten untuk bermimpi, dan rumah bagi masyarakat untuk merayakan semangat sportivitas. Babak baru sepak bola Banten telah dimulai, dan semua mata tertuju ke sana.






