Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Stadion Kanjuruhan Jadi Angker bagi Arema FC Tuan Rumah Terjerat Rekor Buruk

Stadion Kanjuruhan Jadi Angker
Shoppe Mall

Stadion Kanjuruhan Jadi Angker bagi Arema FC, Tuan Rumah Terjerat Rekor Buruk

Jangkauan Celigon — Stadion Kanjuruhan Jadi Angker di Malang yang menjadi markas besar Arema FC kini disebut sebagai tempat yang “angker” bagi tim tuan rumah. Setelah terjadinya tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022, yang menewaskan lebih dari 130 suporter, stadion yang selama ini menjadi kebanggaan Arema FC justru mencatatkan sejarah kelam bagi tim tersebut. Bahkan, rekor buruk yang terus berlanjut di stadion ini kini semakin memperburuk citra tim yang dikenal dengan julukan Singo Edan itu.

Tragedi Kanjuruhan yang Meninggalkan Luka Mendalam

Pada 1 Oktober 2022, Stadion Kanjuruhan menjadi saksi peristiwa tragis yang mengguncang sepak bola Indonesia. Kerusuhan yang terjadi setelah pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir dengan kekalahan tuan rumah, memicu bentrokan antara suporter dengan aparat keamanan. Akibatnya, lebih dari seratus nyawa melayang akibat kepanikan dan kekacauan yang terjadi di stadion tersebut, serta ratusan lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi paling memilukan dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Shoppe Mall

Setelah tragedi tersebut, stadion Kanjuruhan sempat dinonaktifkan sementara untuk evaluasi dan perbaikan. Namun, meski perbaikan dilakukan, trauma dari peristiwa tersebut sepertinya masih terasa bagi banyak pihak, terutama bagi para pemain Arema FC yang bermain di stadion yang kini dianggap sebagai tempat penuh duka dan kenangan pahit.Stadion Kanjuruhan Jadi Angker bagi Arema FC, Tuan Rumah Terjerat Rekor  Buruk

Baca Juga: Gibran Kunjungi IKN Jelang Tahun Baru Tinjau Infrastruktur dan Fasilitas Publik

Arema FC dan Rekor Buruk di Kanjuruhan

Meskipun secara teknis Stadion Kanjuruhan telah diperbaiki, kenyataan di lapangan justru menunjukkan rekor yang semakin buruk bagi Arema FC saat bermain di kandang mereka sendiri. Sejak tragedi tersebut, tim yang bermarkas di stadion ini tampaknya belum bisa menemukan kembali performa terbaiknya. Rekor buruk di kandang sendiri semakin membenamkan mereka dalam perburuan Liga 1 Indonesia, dan beberapa kali tim harus menelan kekalahan dengan skor telak.

Bahkan, dalam 8 laga kandang terakhir, Arema FC hanya mampu meraih 2 kemenangan, sisanya berakhir dengan kekalahan atau hasil imbang.

Stadion Kanjuruhan Jadi Angker Dampak Psikologis bagi Pemain

Keadaan psikologis pemain Arema FC setelah tragedi Kanjuruhan tampaknya juga memberikan dampak signifikan terhadap performa mereka di lapangan. Beberapa pemain senior mengungkapkan bahwa ketegangan dan trauma yang masih ada dalam benak mereka seringkali mengganggu konsentrasi dan mental bertanding. Meski sudah lebih dari dua tahun berlalu sejak tragedi, stadion Kanjuruhan bagi mereka tetap menyimpan kenangan kelam yang sulit dilupakan.

Pelatih Arema FC, Javier Roca, sempat mengungkapkan kesulitan yang dihadapi tim untuk bangkit dari bayang-bayang tragedi tersebut. “Tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi mental, ini adalah tantangan besar bagi tim.

Manajemen Arema FC Berusaha Bangkitkan Tim

Pihak manajemen Arema FC menyadari bahwa untuk bisa kembali kompetitif di Liga 1, mereka perlu memperbaiki performa tim di kandang sendiri. Untuk itu, beberapa langkah sudah diambil untuk membantu pemain kembali fokus dan menghilangkan trauma yang ada. Salah satunya adalah dengan mengundang psikolog olahraga untuk memberikan bimbingan mental kepada pemain dan staf pelatih.

Kanjuruhan bukan hanya sekadar stadion, tetapi rumah bagi kami. Kami ingin stadion ini menjadi simbol kebanggaan kembali, bukan tempat yang penuh dengan kenangan pahit. Kami melakukan segala upaya agar tim bisa bangkit,” ujar Gilbert Suryoputro, Direktur Teknik Arema FC.

Selain itu, Arema FC juga berusaha memperbaiki manajemen pertandingan dengan meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung. Penambahan fasilitas dan pengawasan ekstra di dalam stadion juga dilakukan untuk menjaga suasana agar tetap kondusif bagi pemain dan suporter.

Stadion Kanjuruhan Jadi Angker Tantangan Arema FC di Masa Depan

Rekor buruk di Stadion Kanjuruhan bukan hanya masalah yang dihadapi Arema FC di tingkat liga domestik.  Arema FC perlu menghadapi kenyataan bahwa mereka harus keluar dari zona ketidakpastian ini dan kembali ke jalur kemenangan.

Suporter setia ini tentu menginginkan perubahan yang nyata, terutama dalam hal performa tim di kandang mereka sendiri.

Harapan dan Proyeksi ke Depan

Meskipun stadion Kanjuruhan menjadi simbol yang cukup berat bagi Arema FC, banyak yang berharap tim ini bisa bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. Selain faktor mental pemain, Arema FC juga perlu memperkuat lini permainan mereka, memperbaiki strategi, dan mencari keseimbangan antara pengalaman pemain senior dan semangat muda dari para pemain muda mereka.

Kesimpulan

Stadion Kanjuruhan yang dulunya menjadi kebanggaan Arema FC, kini justru dikenal sebagai tempat yang penuh dengan kenangan buruk. Setelah tragedi Oktober 2022, tim tuan rumah masih terjebak dalam performa buruk di kandang mereka sendiri. Meski demikian, upaya untuk bangkit dan memperbaiki rekam jejak buruk terus dilakukan oleh Arema FC dan manajemennya.

Shoppe Mall