Singkawang Siapkan Perayaan Imlek 2026 Senilai Rp 9 Miliar, Hiasan Berpadu dengan Nuansa Ramadhan
Jangkauan Celigon – Singkawang Siapkan Perayaan Imlek Menyambut tahun baru Imlek 2026, Kota Singkawang di Kalimantan Barat kembali menjadi pusat perhatian dengan perayaan yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp 9 miliar. Tahun ini, perayaan Imlek akan diselenggarakan dengan skala yang lebih besar dan spektakuler, menggabungkan unsur kebudayaan Tionghoa dan nuansa Ramadhan, menciptakan atmosfer yang penuh warna dan makna.
Perayaan Imlek yang akan berlangsung selama beberapa minggu ini tidak hanya menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat hubungan antar-umat beragama di Singkawang. Dengan adanya bulan Ramadhan yang jatuh bersamaan dengan perayaan Imlek, panitia penyelenggara ingin menciptakan suasana yang lebih inklusif dan harmonis antara umat Tionghoa dan Muslim yang tinggal di kota tersebut.
Hiasan Khas Imlek dan Ramadhan Berpadu
Salah satu daya tarik utama dari perayaan Imlek di Singkawang kali ini adalah hiasan-hiasan jalan yang luar biasa megah. Rangkaian lampion berwarna-warni, sinar merah-merah terang, dan ornamen khas Imlek, seperti barongsai dan kupu-kupu besar, akan menghiasi sepanjang jalan-jalan utama kota. Namun, yang membuat perayaan kali ini semakin unik adalah adanya sentuhan Ramadhan yang menyatu dengan tema Imlek.
Anggaran Rp 9 Miliar untuk Keindahan dan Keharmonisan
Pemerintah Kota Singkawang mengalokasikan anggaran yang sangat besar, sekitar Rp 9 miliar, untuk mendukung seluruh rangkaian acara dan hiasan kota. Anggaran ini mencakup biaya untuk pemasangan hiasan jalan, event-event budaya, serta pengamanan dan kenyamanan pengunjung selama perayaan.
Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat Singkawang, baik yang merayakan Imlek maupun tidak, dapat merasakan suasana kebersamaan yang harmonis. Dengan tema yang menggabungkan Imlek dan Ramadhan, kami berharap dapat menciptakan sebuah perayaan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat dengan pesan kedamaian dan persatuan,” ujar Teddy dalam wawancara.
Selain itu, parade budaya dan festival makanan khas Imlek dan Ramadhan juga akan menjadi bagian dari rangkaian acara yang menyemarakkan perayaan. Masyarakat dari berbagai etnis dan agama akan terlibat dalam berbagai acara yang mengedepankan kebersamaan, seperti festival lampion, pertunjukan barongsai, dan makan malam berbuka bersama yang mengundang masyarakat untuk saling berbagi.
Baca Juga: DPR Dorong Pemerintah Tingkatkan Mitigasi untuk Minimalkan Risiko Bencana
Singkawang Siapkan Perayaan Imlek Kegiatan Seru Sepanjang Perayaan
Selama lebih dari dua minggu, Singkawang akan menjadi tuan rumah berbagai acara yang menarik, antara lain:
Pameran Budaya Imlek dan Ramadhan: Pameran ini akan menampilkan berbagai aspek budaya Tionghoa dan budaya Melayu yang terkait dengan perayaan Imlek dan Ramadhan. Pengunjung bisa melihat pameran seni, kerajinan tangan, dan makanan khas yang memperkaya budaya lokal.
Selain itu, akan ada juga kuda lumping, yang merupakan tarian tradisional yang menggambarkan keberanian dan kekuatan.
Bazar Ramadhan dan Imlek: Bazar ini akan menjual berbagai makanan khas Imlek seperti kue keranjang, kue lapis, dan ayam hongkong, serta makanan buka puasa khas Ramadhan seperti kolak, takjil, dan nasi kebuli. Bazar ini akan menjadi tempat favorit warga untuk membeli berbagai hidangan lezat sambil menikmati suasana perayaan.
Lomba Mewarnai untuk Anak-Anak: Sebagai bagian dari acara keluarga, panitia juga akan mengadakan lomba mewarnai yang melibatkan anak-anak di seluruh Singkawang. Tema lomba akan menggabungkan unsur-unsur Imlek dan Ramadhan, dengan harapan untuk memperkenalkan budaya kedua pihak kepada generasi muda.
Menumbuhkan Toleransi dan Keharmonisan Antar Umat
Kehadiran bulan Ramadhan yang bersamaan dengan perayaan Imlek memberikan peluang besar untuk menumbuhkan toleransi dan saling pengertian antara umat yang berbeda di Singkawang.
Ketua Panitia Perayaan Imlek Singkawang 2026, Lian Yong, menjelaskan bahwa tahun ini mereka ingin memberikan pesan yang lebih kuat tentang pentingnya kehidupan berdampingan. “Kami berharap dengan adanya hiasan dan acara yang menyatukan kedua budaya ini, masyarakat dapat semakin menghargai perbedaan dan merayakan keberagaman sebagai kekuatan kita bersama,” ujar Lian.
Warga Singkawang, baik yang merayakan Imlek maupun yang tidak, menyambut baik konsep perayaan yang inklusif ini. Banyak yang merasa bahwa perayaan bersama ini adalah sebuah kesempatan untuk semakin mendalami budaya satu sama lain dan mempererat persaudaraan.
Kesimpulan: Perayaan Imlek yang Penuh Warna dan Makna
Perayaan Imlek di Singkawang 2026 bukan hanya sekadar ajang merayakan tahun baru Tionghoa, tetapi juga sebagai simbol dari kerukunan dan keberagaman yang tercipta di kota tersebut. Dengan anggaran Rp 9 miliar dan berbagai acara menarik yang menggabungkan nuansa Imlek dan Ramadhan, Singkawang menjadi contoh nyata bagaimana budaya yang berbeda bisa saling melengkapi dan menciptakan suasana yang penuh kedamaian.






