Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Sebuah Usaha Tidak Kenal Lelah Akhirnya Bawa Pulang Dua Anggota Keluarga yang Hilang

Sebuah Usaha Tidak Kenal Lelah Akhirnya Bawa Pulang Dua Anggota Keluarga yang Hilang

Shoppe Mall

Dua Pencari Rotan yang Hilang di Rimba Agam Berhasil Ditemukan Tim Gabungan Setelah Pencarian Semalaman

Jangkauan Cilegon– Sebuah narasi ketangguhan solidaritas komunitas dan efisiensi tim penolong berhasil menorehkan akhir yang bahagia di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dua warga Nagari Kamang Mudiak, Muhammad Nasir (60) dan Syafrik (62), yang dilaporkan hilang sejak Kamis (21/8) pagi, berhasil dievakuasi dengan selamat dari dalam hutan pada Jumat (22/8) siang. Keselamatan kedua orang tua tersebut adalah buah dari operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang dilakukan secara masif dan terkoordinir oleh Tim Gabungan Pemkab Agam.

Awal Misi: Hilang di Tengah Belantara

Kisah ini berawal pada pagi yang tampak biasa di Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek. Muhammad Nasir dan Syafrik, seperti mungkin sering mereka lakukan, berangkat menuju kawasan hutan di sekitar Bendungan Sungai Bawak untuk mencari rotan. Aktivitas mencari rotan adalah salah satu mata pencaharian tradisional yang masih bertahan di daerah tersebut.

Shoppe Mall
Sebuah Usaha Tidak Kenal Lelah Akhirnya Bawa Pulang Dua Anggota Keluarga yang Hilang
Sebuah Usaha Tidak Kenal Lelah Akhirnya Bawa Pulang Dua Anggota Keluarga yang Hilang

Baca Juga: Sebuah Pernyataan Perang terhadap Calo Jabatan dari Bupati Ratu Zakiyah

 

Namun, hari itu berbeda. Jam terus berjalan, matahari mulai tenggelam, dan kegelapan malam menyelimuti nagari, namun kedua lelaki itu tak kunjung menunjukkan batang hidung. Keluarga yang mulai cemas menunggu hingga pukul 22.00 WIB. Khawatir akan keselamatan mereka, pihak keluarga pun segera melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Nagari setempat.

Mobilisasi Awal: Solidaritas Warga dan Aparat Desa

Mendapatkan laporan tersebut, meski malam telah larut, semangat tolong-menolong langsung bergerak. Babinsa (Bintara Pembina Desa), Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), perangkat Kecamatan dan Nagari, serta relawan dari Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan Tim Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) segera mengorganisir pencarian awal.

Dengan peralatan seadanya dan penerangan dari lampu senter, mereka menyisir area di sekitar lokasi terakhir korban dilaporkan mencari rotan. Namun, kegelapan malam dan luasnya area hutan menjadi tantangan besar. Pencarian pada malam itu belum membuahkan hasil. Menyadari kompleksitas medan dan keterbatasan sumber daya, Pemerintah Nagari mengambil langkah strategis: meminta bantuan resmi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam.

Eskalasi ke Tingkat Daerah: Tim Gabungan Diterjunkan

Budi Perwira Negara, Kepala Pelaksana BPBD Agam, beserta timnya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi, dalam waktu singkat terbentuklah sebuah task force atau tim gabungan yang solid. Tim ini merupakan perpaduan kekuatan dan keahlian dari berbagai elemen:

  1. BPBD Agam: Sebagai leading sector dengan kemampuan manajemen bencana dan koordinasi lapangan.

  2. TNI-Polri: Memberikan kekuatan personel, disiplin, dan pengalaman dalam navigasi medan terjal.

  3. Pemerintah Kecamatan & Nagari: Menyediakan pengetahuan lokal (local knowledge) yang krusial tentang karakteristik hutan.

  4. Kelompok Siaga Bencana (KSB): Relawan terlatih yang memahami medan dan prosedur pertolongan pertama.

  5. Orari Lokal Bukittinggi: Menyumbangkan keahlian vital dalam komunikasi radio untuk menjangkau area yang tidak terjamah sinyal seluler.

  6. Masyarakat: Warga setempat yang dengan sukarela bergabung untuk memperluas jangkauan pencarian.

“Ada puluhan orang yang terlibat untuk mencari kedua korban yang hilang tersebut,” ujar Budi Perwira Negara, menegaskan betapa besar sumber daya yang dikerahkan untuk misi kemanusiaan ini.

Detik-Detik Penemuan dan Evakuasi

Dengan semangat pantang menyerah, tim gabungan melanjutkan pencarian sejak dini hari Jumat (22/8). Medan hutan yang berlumpur, lereng yang curam, dan semak belukar yang lebat tidak menyurutkan niat mereka. Setiap sudut diperiksa, setiap jejak dianalisis, dan nama kedua korban terus dipanggil, berharap ada sahutan balasan.

Akhirnya, pada pukul 09.00 WIB, teriakan sukacita membahana dari dalam hutan. Kedua korban berhasil ditemukan! Mereka ditemukan dalam kondisi lelah, lapar, dan kemungkinan dehidrasi, namun yang terpentung, dalam keadaan selamat.

Proses evakuasi segera dilakukan. Dengan hati-hati, tim membimbing dan membantu kedua lelaki sepuh itu keluar dari hutan. Perjalanan pulang membutuhkan waktu hampir dua setengah jam, menunjukkan betapa sulit dan jauhnya lokasi mereka ditemukan. Pukul 11.35 WIB, kedua korban akhirnya tiba dengan selamat di posko pengungsian.

Akhir yang Membahagiakan dan Pelajaran Berharga

Kedua korban langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pertolongan pertama. Setelah dipastikan kondisi mereka stabil dan hanya mengalami kelelahan, Muhammad Nasir dan Syafrik akhirnya dapat direunikan dengan keluarga mereka yang telah menunggu dengan debaran jantung campur harap.

Air mata kecemasan berganti menjadi air mata kebahagiaan dan ucapan syukur. Pelukan hangat keluarga menjadi penutup sempurna dari petualangan mengerikan yang dialami keduanya.

Keberhasilan operasi SAR ini bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah bukti nyata dari:

  1. Kesiapsiagaan Komunitas: Lapor-segera dari keluarga dan respons cepat aparat desa adalah kunci pertama.

  2. Koordinasi yang Solid: Kolaborasi yang efektif antara instansi pemerintah, TNI-Polri, organisasi relawan, dan masyarakat adalah tulang punggung kesuksesan operasi.

  3. Semangat Gotong Royong: Puluhan orang rela meninggalkan aktivitasnya, mempertaruhkan keselamatan, dan bekerja keras demi menyelamatkan nyawa sesama. Ini adalah nilai luhur budaya Indonesia yang masih hidup dan membara.

Kisah selamatnya Muhammad Nasir dan Syafrik adalah sebuah reminder akan betapa rapuhnya manusia di hadapan alam, namun sekaligus menjadi monument betapa kuatnya ikatan kemanusiaan ketika kita bersatu untuk saling menolong.

Shoppe Mall