Proses Relokasi Kabel Udara di Cilegon Capai 60 Persen, Infrastruktur Kota Semakin Tertata
Jangkauan Ceilgon — Proses Relokasi Kabel Udara di Kota Cilegon yang dimulai pada awal tahun 2025 kini menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Oktober ini, proses relokasi kabel udara di sejumlah titik di kota industri tersebut telah mencapai 60 persen. Upaya ini menjadi bagian dari program revitalisasi infrastruktur kota yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi warga serta mendukung perkembangan kota yang lebih modern.
Relokasi kabel udara ini adalah salah satu langkah penting dalam menciptakan kota yang lebih bersih dan teratur, mengingat kabel-kabel listrik dan telekomunikasi yang semrawut di udara seringkali menyebabkan gangguan estetika, potensi kecelakaan, hingga masalah teknis lainnya. Pemerintah Kota Cilegon bekerja sama dengan PT PLN (Persero) dan beberapa operator telekomunikasi untuk melakukan pemindahan kabel-kabel tersebut ke bawah tanah, mengurangi potensi bahaya dan meningkatkan keandalan pasokan energi.
Tantangan dan Manfaat Relokasi Kabel Udara
Relokasi kabel udara bukanlah pekerjaan yang mudah, mengingat banyaknya infrastruktur yang harus disesuaikan dengan pembangunan jaringan kabel bawah tanah.
Namun, meski menghadapi tantangan tersebut, program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Cilegon. Salah satu keuntungan utama adalah peningkatan keamanan dan keselamatan. Kabel udara yang terpapar dapat memicu bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau, atau berpotensi menyebabkan gangguan saat terjadi angin kencang atau hujan lebat.
Selain itu, dengan pengurangan kabel udara di ruang publik, pemandangan kota Cilegon juga akan menjadi lebih rapi dan teratur, menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi penduduk dan wisatawan yang datang ke kota tersebut.
Baca Juga: FIFA Luncurkan Bola Resmi Piala Dunia 2026 Bernama
Progress Terkini dan Waktu Penyelesaian
Proyek ini memang cukup besar dan memerlukan koordinasi antara banyak pihak. Saat ini, kami sedang fokus pada penyelesaian jalur utama yang lebih padat penduduknya dan kawasan yang memiliki jaringan industri penting. Selanjutnya, kami akan melanjutkan ke wilayah yang lebih luas,” ujar Tatang Mulyana, Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika Kota Cilegon.
Keberhasilan relokasi kabel udara juga bergantung pada kerjasama antara pemerintah, masyarakat, serta pihak-pihak terkait seperti penyedia layanan listrik dan telekomunikasi.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Dengan kota yang lebih tertata, menarik perhatian investor dan pelaku usaha untuk membuka usaha baru. Tidak hanya itu, kebersihan dan penataan ruang yang lebih baik juga berpotensi meningkatkan sektor pariwisata yang sedang berkembang di Cilegon.
Relokasi kabel udara mengurangi potensi sampah dan material yang tidak ramah lingkungan yang terkait dengan kabel-kabel lama.
“Relokasi kabel ini tidak hanya soal estetika, tapi juga tentang keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan. Kami berharap Cilegon bisa menjadi kota yang lebih baik, yang mendukung kualitas hidup warganya,” tambah Tatang Mulyana.
Rencana Selanjutnya
Setelah mencapai 60 persen relokasi di beberapa kawasan, pemerintah kota Cilegon berencana untuk mempercepat proses di area lainnya, terutama di kawasan yang memiliki konsentrasi penduduk tinggi dan area yang rentan terhadap bencana alam, seperti banjir atau angin kencang.
Penutupan
Proyek relokasi kabel udara di Cilegon yang telah mencapai 60 persen ini merupakan bagian dari upaya besar untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat dan menciptakan kota yang lebih tertata, aman, dan berkelanjutan.






