Prabowo Bakal Launching Program ASRI untuk Penanganan Sampah Nasional
Jangkauan Celigon — Prabowo Bakal Launching Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengumumkan peluncuran program baru yang bertujuan untuk mengatasi masalah sampah di Indonesia. Program yang diberi nama ASRI (Aksi Sadar Ramah Lingkungan) ini direncanakan untuk diluncurkan dalam waktu dekat sebagai solusi konkret dalam penanganan sampah di seluruh Indonesia. Program ini akan berfokus pada pengelolaan sampah secara terintegrasi, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
Prabowo menekankan bahwa masalah sampah di Indonesia sudah mencapai titik kritis. Selain berdampak negatif pada lingkungan, sampah juga mengancam kesehatan masyarakat dan kualitas hidup. Dengan diluncurkannya program ASRI, ia berharap dapat memberikan solusi yang komprehensif dalam mengelola sampah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Prabowo Bakal Launching Tujuan Program ASRI
Program ASRI, yang akan dimulai pada tahun 2026, memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, untuk mengurangi volume sampah yang mencemari lingkungan dengan mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Kedua, untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya mendaur ulang sampah dan meminimalisir sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Masalah sampah adalah masalah besar yang membutuhkan perhatian serius dari kita semua. Sampah yang tidak terkelola dengan baik akan mencemari lingkungan kita, merusak keindahan alam, dan bisa menimbulkan bencana kesehatan. Program ASRI hadir sebagai solusi untuk itu, dengan melibatkan semua elemen masyarakat dalam pengelolaan sampah secara bersama-sama,” ujar Prabowo Subianto dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta.
Baca Juga: Sepekan Banjir di Pantura Subang Rendam 7.500 Rumah 36.000 Jiwa Terdampak
Prabowo Bakal Launching Fokus Utama: Edukasi dan Infrastruktur
Salah satu fokus utama dalam program ASRI adalah edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengelola sampah dengan bijak. Dalam hal ini, pemerintah akan bekerja sama dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM), sekolah, dan instansi pendidikan lainnya untuk menyebarkan informasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dan prinsip reduce, reuse, recycle.
Selain itu, Pemkot dan Pemprov di seluruh Indonesia akan didorong untuk memperbaiki infrastruktur pengelolaan sampah, mulai dari sistem pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan. Prabowo menyatakan bahwa pembangunan fasilitas daur ulang dan tempat pengolahan sampah yang ramah lingkungan menjadi salah satu prioritas dalam program ini.
“Pemerintah akan mendukung pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kami akan membangun fasilitas-fasilitas pengolahan sampah yang modern di berbagai daerah. Ini adalah langkah konkret untuk mengurangi sampah yang berakhir di laut dan sungai,” lanjut Prabowo.
Kolaborasi dengan Sektor Swasta
“Kami berharap sektor swasta juga berperan aktif dalam mengurangi sampah plastik. Melibatkan Masyarakat: “Satu Desa, Satu Program”
Program ASRI juga dirancang dengan konsep partisipatif, yaitu melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan sampah di tingkat lokal. Salah satu program unggulan adalah “Satu Desa, Satu Program”, yang bertujuan untuk mengajak setiap desa dan kelurahan di seluruh Indonesia untuk memiliki inisiatif pengelolaan sampah sendiri. Program ini mengedepankan keterlibatan masyarakat dalam pemilahan sampah, pembentukan bank sampah, dan pelaksanaan kegiatan daur ulang di tingkat komunitas.
“Setiap desa, kelurahan, atau RW bisa menciptakan program pengelolaan sampah sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka.Program Berkelanjutan dan Jangka Panjang
Program ASRI tidak hanya akan berfokus pada solusi jangka pendek, tetapi juga merancang program yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Prabowo juga menyebutkan bahwa program ini akan disinergikan dengan kebijakan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik dan menerapkan prinsip ekonomi sirkular. Harapannya, Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam hal pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Antisipasi Terhadap Tantangan
Meski program ASRI menawarkan solusi yang ambisius, Prabowo juga mengakui bahwa implementasi program ini tidak akan mudah. Tantangan terbesar adalah mengubah perilaku masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Oleh karena itu, selain infrastruktur, edukasi dan kampanye nasional akan menjadi bagian penting dari program ini.






