Penampakan Gedung Pusat Scam di Myanmar Mengapa Masih “Utuh” Meski Gempuran Militer
Jangkauan Celigon – Penampakan Gedung Pusat Scam KK Park adalah kompleks besar yang menjadi pusat operasi penipuan daring (online-scam) di wilayah perbatasan antara Myanmar dan Thailand, tepatnya di distrik Myawaddy, Negara Bagian Kayin, Myanmar.
Kompleks ini digunakan oleh sindikat transnasional — terutama yang terkait dengan Tiongkok dan Asia Tenggara — untuk menjalankan skema “pig-butchering”, penipuan romansa/cryptocurrency, hingga perekrutan paksa pekerja dari berbagai negara.
>Pada Oktober–November 2025, militer Myanmar (junta) mengumumkan bahwa mereka akan membongkar dan menghancurkan bangunan-bangunan di kawasan ini sebagai bagian dari aksi “penegakan hukum” terhadap operasi penipuan tersebut.
Fakta Penting
Analisis citra satelit yang dilakukan oleh agensi seperti Agence France‑Presse (AFP) menunjukkan bahwa meskipun terjadi kerusakan di kawasan KK Park — dengan sekitar 22 bangunan dihancurkan dan sekitar 80 lainnya rusak atau diduga rusak — bagian terbesar kompleks tetap berdiri.
Khususnya, bagian pusat kompleks yang paling berkembang tampaknya tidak tersentuh oleh penghancuran tersebut.
Meski pemerintah menyatakan “101 bangunan telah dihancurkan” dan “semua gedung akan dibongkar”, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar struktur masih ada.
Baca Juga: Pemerintah India: Pilar Demokrasi Terbesar di Dunia
Penampakan Gedung Pusat Scam Analisis: Mengapa Masih Utuh?
Beberapa pengamat menyebut bahwa aksi penghancuran bersifat terbatas dan simbolis agar terlihat di mata internasional tanpa benar-benar menghentikan bisnis.
2. Peran Militer dan Kelompok Bersenjata Lokal
Wilayah perbatasan seperti Myawaddy di mana KK Park berada, sering dijalankan oleh aliansi militer atau kelompok bersenjata yang memiliki hubungan rumit dengan junta Myanmar. Penghancuran yang meluas bisa mengganggu peta kekuatan dan sumber pendapatan lokal.
Namun tindakan yang terlalu ofensif dapat memicu konflik domestik atau mengurangi kontrol mereka atas kawasan tersebut. Sebagai akibatnya, penghancuran dilakukan secara sembunyi-sembunyi, terbatas, dan bersifat “pencitraan”.
Implikasi terhadap Pemberantasan Penipuan Lintas Batas
Fakta bahwa pusat operasi penipuan besar ini tetap berdiri menunjukkan bahwa penegakan hukum di Myanmar masih sangat lemah dan terfragmentasi.
Korban dari berbagai negara — baik Asia, Afrika, maupun Eropa — masih rentan dieksploitasi di lokasi-lokasi seperti ini.
Catatan Penting
Meskipun berita menyebut “dibom” atau “dihancurkan”, banyak laporan menunjukkan bahwa penghancuran bersifat terbatas dan selektif — bukan pembongkaran total.
Data citra satelit hanya memberikan gambaran permukaan — sulit memverifikasi kondisi internal gedung atau aktivitas yang masih berlangsung di dalam kompleks.






