Pembangunan Flyover Margonda Dimulai 2026, Proyek Rp 275 Miliar Siap Ubah Lanskap Kota Depok
Jangkauan Celigon — Pembangunan Flyover Margonda Pemerintah Kota Depok resmi mengumumkan bahwa pembangunan flyover di Jalan Margonda akan dimulai pada awal tahun 2026. Proyek infrastruktur ini menelan anggaran Rp 275 miliar dan diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan yang telah lama menjadi keluhan warga dan pengguna jalan.
Flyover Margonda menjadi sorotan karena berada di jalur vital yang menghubungkan pusat kota Depok dengan berbagai kawasan strategis, termasuk stasiun kereta, kampus, dan pusat perbelanjaan.
Rencana Pembangunan dan Konsep Flyover
Proyek flyover ini dirancang dengan panjang sekitar 1,2 kilometer dan dua lajur per arah, dilengkapi jalur pedestrian dan fasilitas penunjang keselamatan lalu lintas. Pemerintah menargetkan flyover beroperasi pada akhir 2027, dengan fase konstruksi yang meliputi:
Persiapan lahan dan pembebasan jalan
Pembangunan tiang pancang dan struktur utama
Penyelesaian akses masuk-keluar serta fasilitas penunjang
Dinas Pekerjaan Umum Kota Depok menekankan bahwa flyover akan mengurangi titik rawan macet hingga 40–50% saat jam sibuk, sekaligus meningkatkan kelancaran transportasi publik dan kendaraan pribadi.
Baca Juga: Sarkofagus Romawi Berusia 1.700 Tahun Ditemukan Utuh di Budapest
Anggaran Rp 275 Miliar: Sumber Dana dan Alokasi
Anggaran proyek sebesar Rp 275 miliar bersumber dari APBD Kota Depok, dengan kemungkinan dukungan pembiayaan pinjaman jangka panjang. Alokasi anggaran mencakup:
Pemerintah menegaskan bahwa setiap pengeluaran akan diaudit secara transparan dan dapat diakses publik melalui portal resmi.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Mengurai Kemacetan
Kemacetan parah sering terjadi di persimpangan strategis, terutama di sekitar kampus Universitas Indonesia dan pusat perbelanjaan Margonda City.
Peningkatan Aktivitas Ekonomi
Pemerintah dan pelaku usaha memperkirakan bahwa flyover akan mempercepat distribusi barang dan jasa, mempermudah akses konsumen ke pusat perbelanjaan, dan meningkatkan daya tarik investasi di sekitar koridor Margonda.
Dampak Lingkungan
Proyek ini juga mempertimbangkan aspek lingkungan, seperti:
Penanaman pohon di sisi jalan dan median
Sistem drainase untuk mencegah genangan saat hujan
Pengelolaan debu dan polusi selama konstruksi
Meski demikian, sebagian warga khawatir bahwa pembangunan akan mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas sementara, sehingga pemerintah menyiapkan jadwal konstruksi malam hari di beberapa titik rawan.
Respons Warga dan Pemangku Kepentingan
Respon masyarakat beragam:
Pengendara dan warga lokal sebagian besar menyambut positif, berharap perjalanan lebih cepat dan aman.
Pedagang dan UMKM di sekitar Jalan Margonda mengkhawatirkan gangguan selama fase konstruksi, seperti akses terbatas dan penurunan pelanggan.
Akademisi transportasi menekankan perlunya sistem integrasi dengan transportasi umum agar flyover tidak hanya menjadi solusi untuk kendaraan pribadi.
Pembangunan Flyover Margonda Teknologi dan Keamanan Konstruksi
Flyover Margonda akan menggunakan teknologi konstruksi modern, termasuk:
Tiang pancang beton pratekan dengan ketahanan gempa tinggi
Sistem pencahayaan LED hemat energi
Sensor struktural untuk memantau stabilitas jembatan secara real-time
Pembangunan Flyover Margonda Target dan Harapan Pemerintah
Wali Kota Depok menegaskan bahwa flyover ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari transformasi kota menuju smart city dan kemudahan mobilitas warganya.
“Flyover Margonda akan menjadi simbol modernisasi, tetapi tetap mengedepankan keselamatan, estetika, dan aksesibilitas. Kami berharap proyek ini bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah berharap flyover juga menjadi contoh pengelolaan proyek transparan, sehingga warga bisa memahami manfaat jangka panjang dari investasi infrastruktur publik.
Kesimpulan
Selain mengatasi kemacetan kronis, proyek ini juga membawa peluang ekonomi, modernisasi transportasi, dan integrasi dengan sistem perkotaan cerdas.
