Mantan Pangeran Andrew Diusir oleh Raja Charles dan Pangeran William Tengah Malam: Sebuah Skandal Keluarga Kerajaan
Jangkauan Celigon – Mantan Pangeran Andrew Baru baru ini sebuah insiden dramatis yang melibatkan keluarga kerajaan Inggris menghebohkan publik. Mantan Pangeran Andrew, yang telah terjerat berbagai kontroversi, dilaporkan diusir secara mendalam oleh Raja Charles III dan Pangeran William pada tengah malam. Kejadian ini menambah panjang daftar ketegangan dalam keluarga kerajaan yang sudah terpecah belah, dan membuat publik bertanya-tanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar Istana Buckingham.
Kronologi Insiden Tengah Malam
Insiden ini dilaporkan terjadi pada malam yang penuh ketegangan, di mana Pangeran Andrew, yang sebelumnya tinggal di kediamannya di Windsor, dikeluarkan dari sebuah pertemuan penting yang diadakan di Istana Buckingham. Menurut beberapa sumber yang dekat dengan keluarga kerajaan, keputusan tersebut diambil setelah Pangeran Andrew mencoba ikut campur dalam urusan kerajaan, meskipun statusnya sebagai “mantan pangeran” tidak lagi memberikan hak untuk terlibat dalam keputusan-keputusan besar.
Sumber internal yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Raja Charles III dan Pangeran William sudah lama merasa tidak nyaman dengan kehadiran Pangeran Andrew, mengingat sejumlah skandal yang mengelilinginya selama beberapa tahun terakhir, termasuk tuduhan pelanggaran hukum yang sempat menyeret namanya.
Di tengah pertemuan tersebut, terjadi percakapan yang semakin memanas antara Pangeran Andrew dengan Raja Charles dan Pangeran William, yang akhirnya berujung pada perintah tegas untuk segera meninggalkan ruang tersebut. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Pangeran Andrew tampak kesal dan terkejut dengan keputusan tersebut, tetapi ia akhirnya keluar dari Istana Buckingham pada pukul tengah malam.
Baca Juga: Jenazah Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto Tiba di Rumah Duka
Latar Belakang Ketegangan dalam Keluarga Kerajaan
Pangeran Andrew, yang sebelumnya dikenal dengan gelar Duke of York, telah berada di bawah sorotan publik sejak skandal yang melibatkan Jeffrey Epstein, seorang financier yang terlibat dalam jaringan prostitusi internasional. Pangeran Andrew sempat disebut-sebut terlibat dalam kasus pelanggaran seksual, yang akhirnya memaksanya untuk mundur dari semua peran resmi dalam keluarga kerajaan pada 2019. Meskipun ia menyangkal semua tuduhan tersebut, skandal ini merusak citranya secara signifikan.
Selain itu, ketegangan dalam keluarga kerajaan sudah lama terjadi, terutama setelah pernikahan Pangeran Harry dengan Meghan Markle yang menciptakan jarak antara mereka dan anggota keluarga kerajaan lainnya. Banyak yang melihat insiden tengah malam ini sebagai bagian dari dinamika kekuasaan yang lebih besar di dalam Istana Buckingham, di mana Raja Charles III dan Pangeran William berusaha mengendalikan citra keluarga kerajaan pasca-pensiunnya Ratu Elizabeth II.
Pengaruh Skandal terhadap Dinamika Keluarga Kerajaan
Keputusan untuk mengusir Pangeran Andrew dari pertemuan di tengah malam bukan hanya soal personal, tetapi juga mencerminkan betapa tegangnya hubungan antara anggota keluarga kerajaan yang lebih muda dan yang lebih tua. Pangeran William, yang selama ini dipandang sebagai penerus takhta berikutnya, semakin memperlihatkan kemauan untuk membangun keluarga kerajaan yang lebih modern dan terfokus, sekaligus menghindari bayang-bayang skandal masa lalu.
Raja Charles III, meskipun tampak lebih bijaksana dalam pendekatannya, juga diketahui memiliki kebijakan yang lebih tegas terkait dengan citra dan perilaku anggota keluarganya. Ia diyakini merasa bahwa kehadiran Pangeran Andrew dalam urusan kerajaan dapat merusak reputasi yang sedang dibangun oleh monarki saat ini. Meski Pangeran Andrew adalah adik kandungnya, Raja Charles III diketahui sangat berhati-hati dalam menyikapi isu-isu yang dapat merusak stabilitas monarki.
Reaksi Publik: Apakah Ini Pertanda Perubahan Besar?
Masyarakat Inggris dan dunia internasional pun turut terkejut dengan kabar pengusiran ini. Sebagian besar publik memahami alasan keluarga kerajaan untuk menjaga citra dan integritas mereka, tetapi banyak juga yang merasa bahwa tindakan ini menunjukkan betapa dalamnya perpecahan yang terjadi di dalam keluarga kerajaan. Banyak yang bertanya-tanya apakah ini merupakan langkah menuju “pembersihan” yang lebih besar dalam keluarga kerajaan yang sedang dalam proses modernisasi.
Selain itu, insiden ini memunculkan kembali diskusi mengenai apakah monarki Inggris perlu mengalami perubahan struktural atau bahkan peran mereka dalam kehidupan publik Inggris di masa depan. Dengan Pangeran Harry dan Meghan yang semakin menjauh, serta Pangeran Andrew yang sudah tidak memiliki peran formal, ada kekhawatiran bahwa citra keluarga kerajaan semakin rapuh di mata masyarakat, terutama generasi muda.
Apa Selanjutnya untuk Pangeran Andrew?
Meskipun kini diusir dari pertemuan keluarga kerajaan, Pangeran Andrew tetap memiliki hak sebagai anggota keluarga kerajaan, meskipun tanpa gelar resmi. Beberapa pengamat kerajaan berpendapat bahwa ia mungkin akan mencoba mencari cara untuk kembali ke pusat perhatian atau mencari peran baru dalam kehidupan publik. Namun, mengingat skandal yang masih membayangi dirinya, sangat mungkin bahwa keluarga kerajaan akan terus menjaga jarak.
Pangeran Andrew kemungkinan akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan kehidupan pribadi dan keluarganya, meskipun ia tetap menjadi bagian dari kerajaan Inggris dalam beberapa kapasitas terbatas. Dengan semakin terpinggirkan oleh anggota keluarga lainnya, peran Andrew dalam kehidupan publik tampaknya semakin berkurang.






