Hakordia 2025 Pukat UGM Penanganan Korupsi Tetap Jalan — Tapi Perlu Selektivitas dan Reformasi Sistemik
Jangkauan Celigon – Hakordia 2025 Pukat UGM kembali diperingati sebagai puncak aksi antikorupsi nasional. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri menegaskan bahwa HAKORDIA 2025 bukan sekadar peringatan — melainkan simbol penguatan upaya pemberantasan korupsi secara kolektif.
Dalam rangkaian acara ini, KPK menyelenggarakan berbagai forum: dari pameran aset sitaan, penyuluhan anti‑korupsi, hingga konsolidasi jaringan penyuluh integritas di seluruh Indonesia.
Hakordia 2025 Pukat UGM Sikap PUKAT UGM: Tetap Kritikal terhadap Realitas Penegakan Korupsi
PUKAT FH UGM menyambut HAKORDIA dengan optimisme terhadap komitmen formal — tetapi tetap memberi catatan bahwa penanganan korupsi tak boleh berhenti di seremonial. Dalam diskusi publik baru‑baru ini, PUKAT menyoroti “kemunduran agenda reformasi hukum dan pemberantasan korupsi” meskipun ada deklarasi niat baik.
Menurut PUKAT, salah satu masalah mendasar adalah bahwa sistem hukum dan penegakan saat ini masih rentan terhadap praktik seperti “jual beli perkara”, politisasi hukum, dan penyalahgunaan wewenang. Dengan demikian, mereka mengingatkan bahwa tanpa perubahan sistemik — baik dari segi independensi lembaga, transparansi, maupun reformasi struktural — peringatan antikorupsi seperti HAKORDIA bisa menjadi “ritual simbolik” belaka.
Baca Juga: Regenerasi Koruptor di Indonesia
Pendidikan & Pencegahan sebagai Pilar — Bukan Sekadar Penindakan
Contohnya: pada Agustus 2025, PUKAT bersama KPK menggelar diskusi publik bertajuk “Pendidikan Antikorupsi untuk Membangun Budaya Integritas”.
Selain itu, mahasiswa di lingkungan kampus sudah mulai aktif melirik alternatif pencegahan — misalnya gagasan audit sosial untuk pengadaan barang dan jasa agar transparansi meningkat.
Menurut PUKAT, strategi ini penting karena banyak korupsi terjadi tidak hanya dari tindakan individu, tetapi dari kelemahan sistem dan kurangnya pengawasan kolektif.
Kasus Nyata: Korupsi Masih Ada di Lingkungan Akademik
Penting dicatat bahwa tahun 2025 juga membawa fakta pahit: lingkungan akademik tidak luput dari sorotan.
Kesimpulan: Peringatan Simbolik Bermanfaat — Jika Diikuti Aksi Nyata
HAKORDIA 2025 menjadi momentum penting untuk menyegarkan komitmen antikorupsi di seluruh lapisan masyarakat.
Kasus korupsi di lingkungan kampus memperlihatkan bahwa korupsi bisa hidup di mana saja — termasuk institusi pendidikan. Oleh karena itu, upaya antikorupsi harus melibatkan semua pihak: negara, lembaga, akademisi, dan masyarakat.






