Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali Pagi Ini, Warga Diminta Waspada
Jangkauan Celigon – Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada pagi hari ini, dengan tiga kali letusan yang tercatat dalam waktu singkat. Aktivitas vulkanik yang meningkat tersebut menyebabkan hujan abu dan material vulkanik jatuh di beberapa wilayah sekitar lereng gunung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengimbau agar warga tetap waspada dan mengikuti instruksi pihak berwenang untuk keselamatan.
Tiga Kali Erupsi dalam Satu Pagi
Pagi ini, sekitar pukul 06:30 WIB, Gunung Semeru mengalami erupsi pertama yang disertai dengan lontaran abu vulkanik yang cukup tebal. Disusul dengan erupsi kedua pada pukul 07:10 WIB, yang juga mengeluarkan semburan material panas dan asap tebal. Tak lama setelahnya, letusan ketiga terjadi sekitar pukul 07:45 WIB, dengan dorongan awan panas yang meluncur dari puncak gunung menuju sisi tenggara.
Menurut pengamatan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru (PPGS), letusan tersebut mengarah ke kawasan jurang di sekitarnya dan menyebabkan hujan abu yang cukup lebat di beberapa kecamatan, seperti Pronojiwo dan Candipuro. Masyarakat di kawasan ini diminta untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di luar ruangan untuk mengurangi dampak dari abu vulkanik.
Dampak Erupsi terhadap Aktivitas Warga
Erupsi Gunung Semeru pagi ini menyebabkan gangguan pada aktivitas masyarakat di sekitar wilayah terdampak. Beberapa sekolah di Kecamatan Pronojiwo terpaksa diliburkan, dan warga di daerah terdekat diimbau untuk memakai masker untuk melindungi saluran pernapasan mereka dari abu vulkanik. Selain itu, hujan abu yang turun juga memengaruhi kualitas udara, membuat penglihatan menjadi terbatas, serta mengganggu kendaraan yang melintas di sekitar daerah tersebut.
Baca Juga: Mantan Pangeran Andrew Diusir Raja Charles & Pangeran William Tengah Malam
Peringatan Dini dan Status Gunung Semeru
Sebagai langkah antisipasi, PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) mengeluarkan peringatan dini dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Selain itu, jalur-jalur pendakian yang menuju puncak gunung juga ditutup sementara.
“Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini sudah masuk dalam level waspada (level III). Kami meminta warga dan pendaki untuk tidak mendekat ke area puncak dan kawasan sekitarnya. Kami terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik secara berkala,” ungkap Kepala PVMBG, Hendra Gunawan.
Tanggapan Pemerintah dan BPBD
Menanggapi erupsi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui BPBD telah menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Mereka juga telah membuka posko-posko darurat di beberapa titik untuk menyalurkan bantuan dan memberikan informasi terkini terkait situasi Gunung Semeru.
“Tim kami sudah berada di lapangan untuk memantau perkembangan lebih lanjut. Kami juga menyediakan masker dan perlengkapan evakuasi untuk warga yang membutuhkan.
Pengaruh Erupsi Semeru terhadap Aktivitas Vulkanik di Indonesia
Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Semeru selalu menjadi perhatian khusus, baik oleh pemerintah maupun masyarakat luas.
Erupsi yang terjadi hari ini kembali mengingatkan akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di kawasan yang rawan letusan.






