APBD DKI Jakarta 2026 Ditetapkan Rp 81,32 Triliun, Fokus pada Penanganan Sampah dan Banjir
Jangkauan Celigon – APBD DKI Jakarta 2026 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah resmi menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk tahun 2026 sebesar Rp 81,32 triliun. Anggaran ini mencerminkan komitmen besar dalam meningkatkan kualitas hidup warganya dengan fokus utama pada dua isu besar yang terus menjadi perhatian utama: penanganan sampah dan pengendalian banjir. Kedua masalah ini memang menjadi tantangan besar bagi ibu kota yang memiliki populasi lebih dari 10 juta jiwa dan berstatus sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Fokus Anggaran pada Infrastruktur Lingkungan
Menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, anggaran besar yang ditetapkan dalam APBD 2026 ini akan difokuskan pada penyelesaian masalah-masalah infrastruktur yang mendesak. Salah satunya adalah penanganan sampah, yang hingga saat ini masih menjadi masalah besar di Jakarta, terutama terkait dengan pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah industri.
“Penyelesaian masalah sampah dan banjir membutuhkan perhatian khusus dan dana yang memadai. Kami ingin membuat Jakarta lebih bersih dan nyaman, serta mengurangi dampak negatif dari banjir yang selalu terjadi setiap musim hujan. Kami ingin mengubah Jakarta menjadi kota yang lebih ramah lingkungan,” ujar Anies Baswedan.
Baca Juga: Waspadai Hujan Lebat Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2026
Penanganan Sampah: Menuju Jakarta Bebas Sampah
Salah satu sorotan utama dari APBD DKI Jakarta 2026 adalah penanganan sampah. Sampah yang menumpuk dan tidak terkelola dengan baik telah menjadi salah satu masalah kronis di Jakarta. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan mengalokasikan dana yang signifikan untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan sampah hingga recycle dan pengolahan sampah menjadi energi.
Pemerintah Jakarta berencana untuk memperluas program bank sampah yang sudah berjalan di beberapa daerah, serta memperkenalkan teknologi baru dalam pengelolaan sampah, seperti incinerator (pembakaran sampah yang ramah lingkungan) dan pabrik pengolahan sampah menjadi energi.
Selain itu, pemerintah provinsi juga akan lebih menggencarkan kampanye pengurangan sampah plastik dan mendorong pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang lebih modern. Dengan anggaran yang besar, diharapkan dapat tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Melalui dana APBD ini, kami berupaya untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan meningkatkan upaya daur ulang. Kami ingin mewujudkan Jakarta bebas sampah plastik dan mendukung program ‘zero waste’ dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Anies Baswedan.
APBD DKI Jakarta 2026 Pengendalian Banjir: Mewujudkan Jakarta Tangguh Banjir
Selain sampah, banjir merupakan masalah yang tak kunjung usai di Jakarta, terutama saat musim hujan. Dengan curah hujan yang tinggi dan kondisi geografis Jakarta yang cenderung rendah, banjir hampir selalu terjadi setiap tahunnya, Selain itu, proyek pembangunan waduk-waduk dan tanggul penahan banjir juga menjadi prioritas, untuk memastikan air hujan tidak meluap dan merendam pemukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama dengan Dinas Sumber Daya Air akan bekerja sama untuk memperbaiki dan meningkatkan kapasitas saluran drainase yang sudah tua dan tidak lagi mampu menampung aliran air hujan.
“Pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir menjadi agenda utama di Jakarta. Kami akan bekerja keras untuk memastikan bahwa Jakarta lebih tahan terhadap bencana alam seperti banjir. Ini adalah komitmen kami untuk melindungi warga dari dampak banjir,” jelas Anies Baswedan.
Pembangunan Infrastruktur dan Keberlanjutan Ekonomi
Selain isu sampah dan banjir, APBD 2026 juga mencakup alokasi dana untuk berbagai sektor lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk melanjutkan pembangunan transporasi publik yang ramah lingkungan, termasuk kereta ringan (LRT) dan bus listrik untuk mengurangi polusi udara dan kemacetan yang selama ini menjadi masalah kronis di ibu kota.
“Penggunaan APBD ini akan seimbang, kami akan terus mengembangkan infrastruktur transportasi publik yang lebih efisien, dan tentu saja meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan dan pendidikan,” tambah Anies Baswedan.
APBD DKI Jakarta 2026 Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan
Pemerintah DKI Jakarta juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program-program ini.
Kesimpulan: Menuju Jakarta yang Lebih Bersih dan Tahan Banjir
Dengan total anggaran Rp 81,32 triliun, APBD DKI Jakarta 2026 berfokus pada dua isu besar yang telah lama menjadi perhatian publik, yakni penanganan sampah dan pengendalian banjir.






