Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Rakyat Eropa Ternyata Lebih Takut Diserang AS daripada China

Rakyat Eropa Ternyata
Shoppe Mall

Rakyat Eropa Ternyata Lebih Takut Diserang AS daripada China, Survei Ungkap Kekhawatiran Global

Jangkauan Celigon – Rakyat Eropa Ternyata Sebuah survei internasional terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai persepsi keamanan di Eropa. Hasil survei yang dilakukan oleh Institut Penelitian Keamanan Eropa (EUSRI) menunjukkan bahwa sebagian besar rakyat Eropa lebih khawatir akan potensi ancaman dari Amerika Serikat (AS) dibandingkan dengan China. Meskipun banyak pihak memandang China sebagai ancaman geopolitik besar, data tersebut menyoroti pergeseran dalam cara pandang masyarakat Eropa terhadap hubungan internasional dan kekuatan besar dunia.

Survei Keamanan Global: AS Lebih Ditakuti dari China

Survei ini melibatkan 10.000 responden dari berbagai negara Eropa, termasuk Jerman, Prancis, Inggris, Italia, dan Spanyol. Sebagian besar responden menyatakan kekhawatirannya terhadap kebijakan luar negeri dan tindakan militer dari Amerika Serikat. Ketakutan ini muncul dari sejumlah faktor, termasuk ketegangan politik yang meningkat, kebijakan unilateral yang sering diambil oleh Washington, serta dampak dari kebijakan luar negeri AS yang dapat mengganggu stabilitas global.

Shoppe Mall

Menurut hasil survei, 52% dari responden merasa bahwa ancaman terbesar bagi Eropa datang dari AS, sedangkan hanya 31% yang menyebut China sebagai ancaman utama. Sebagian besar responden menilai bahwa kebijakan luar negeri AS, terutama yang berkaitan dengan aliansi militer dan intervensi di negara-negara lain, lebih menimbulkan ketidakpastian dan potensi konflik dibandingkan dengan ekspansi ekonomi atau ambisi geopolitik China di Asia dan dunia.Trump Bikin Takut, Eropa Paksa China Serahkan Teknologi

Baca Juga: 3 Serikat Buruh Deklarasi Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

Rakyat Eropa Ternyata Mengapa AS Lebih Ditakuti di Eropa?

Beberapa faktor telah mempengaruhi pandangan rakyat Eropa terhadap Amerika Serikat sebagai ancaman yang lebih besar dibandingkan dengan China. Berikut beberapa alasan utama yang muncul dalam survei:

Ketegangan Transatlantik
Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan antara Eropa dan AS semakin meningkat. Salah satu momen yang memperburuk hubungan adalah kepemimpinan Donald Trump (2017-2021), yang seringkali mengkritik negara-negara Eropa, menarik diri dari perjanjian internasional, dan menerapkan kebijakan proteksionis. Meskipun Joe Biden mencoba memperbaiki hubungan ini, ketidakpastian politik di AS terus menyisakan kekhawatiran di kalangan warga Eropa tentang konsistensi kebijakan luar negeri AS.

Militerisasi dan Kebijakan Intervensi
Keberadaan militer AS di berbagai negara Eropa, serta keterlibatan AS dalam konflik-konflik besar seperti di Irak dan Afganistan, membuat banyak warga Eropa merasa cemas. Sejumlah negara Eropa merasa terjebak dalam kebijakan luar negeri AS yang cenderung berfokus pada intervensi militer di luar negeri. Ketakutan akan terlibat dalam konflik yang dipicu oleh keputusan Washington semakin menguat di kalangan publik Eropa.

Persaingan Ekonomi dan Politik Global
Meskipun China semakin mendominasi ekonomi global, banyak orang Eropa merasa bahwa AS masih memainkan peran kunci dalam sistem internasional. Ketegangan perdagangan dan persaingan teknologi antara AS dan Eropa, serta dominasi AS dalam organisasi-organisasi internasional, membuat beberapa orang merasa tertekan dalam menghadapi pengaruh global Washington.

Perubahan Kebijakan Luar Negeri dan Ketidakpastian
Salah satu kekhawatiran terbesar di Eropa adalah ketidakpastian yang sering kali muncul dari kebijakan luar negeri AS, yang bisa berubah drastis tergantung pada pemerintahan yang berkuasa. Keputusan-keputusan yang cepat dan kadang tanpa konsultasi dengan sekutu-sekutu tradisionalnya sering kali memicu ketegangan dan kecemasan di Eropa.

China: Ancaman Lebih Berwujud di Asia, Namun Tidak di Eropa

Meskipun China secara konsisten dikaitkan dengan ambisi geopolitik yang semakin besar, terutama di laut China Selatan dan dalam konteks Belt and Road Initiative, pandangan rakyat Eropa terhadap China cenderung lebih bersifat ekonomi daripada militer. Sebagian besar responden dalam survei menyatakan bahwa meskipun mereka mengkhawatirkan kebijakan luar negeri China yang semakin agresif, mereka lebih memandang China sebagai pesaing ekonomi daripada ancaman langsung yang dapat memengaruhi keamanan mereka secara langsung.

China juga dikenal dengan pendekatannya yang lebih berhati-hati dalam hal intervensi militer di luar kawasan Asia. Kebijakan luar negeri China lebih banyak difokuskan pada pengaruh ekonomi, seperti pembangunan infrastruktur dan investasi di berbagai negara, termasuk Eropa. Oleh karena itu, meskipun ada kekhawatiran mengenai ekspansi pengaruh China, hal ini lebih berkaitan dengan kekhawatiran mengenai dominasi ekonomi dan ketergantungan terhadap pasar China.

Dampak Ketidakpastian Global terhadap Eropa

Hasil survei ini juga mencerminkan adanya ketidakpastian global yang semakin besar, terutama terkait dengan perubahan iklim, pandemi COVID-19, dan ketegangan geopolitik. Rakyat Eropa semakin merasakan dampak dari kebijakan luar negeri negara-negara besar dan merasa bahwa mereka sering kali menjadi korban dari persaingan antar kekuatan besar.

Prof. Mark Westfield, seorang analis politik Eropa, menyebutkan bahwa ketidakpastian ini menciptakan ketegangan yang lebih besar di kalangan warga Eropa, yang merasa bahwa mereka tidak memiliki banyak kendali atas apa yang terjadi dalam kebijakan luar negeri negara-negara besar. “Pergeseran fokus dari ancaman militer langsung dari China ke ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan AS menunjukkan bagaimana Eropa sekarang menghadapi dilema global yang lebih kompleks

Shoppe Mall