Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Potret Rusia Ukraina Pertama Kali Duduk Bersama Rencanakan Perdamaian

Potret Rusia Ukraina
Shoppe Mall

Potret Sejarah: Rusia dan Ukraina Pertama Kali Duduk Bersama Rencanakan Perdamaian

Jangkauan Celigon – Potret Rusia Ukraina Setelah hampir lima tahun peperangan yang menghancurkan, Rusia dan Ukraina akhirnya duduk bersama di meja perundingan untuk merencanakan perdamaian. Pertemuan bersejarah ini berlangsung pada Senin (23/1) di kota Geneva, Swiss, di bawah pengawasan PBB dan sejumlah mediator internasional, menjadi langkah penting menuju resolusi konflik yang telah merenggut ribuan nyawa dan mengubah peta geopolitik Eropa.

Bagi banyak orang, pertemuan ini menyimbolkan harapan baru. Kedua negara yang sebelumnya terperangkap dalam pertempuran sengit di wilayah Donbas dan Krimea, serta serangkaian serangan melibatkan pasukan reguler dan milisi, kini menunjukkan komitmen mereka untuk mencari jalan keluar damai. Dengan mediasi dari negara-negara besar seperti Jerman, Prancis, dan Turki, serta organisasi internasional seperti PBB dan Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE), diskusi perdamaian ini menjadi titik balik yang membawa optimisme untuk menghentikan permusuhan.

Shoppe Mall

Pernyataan Bersama: Fokus pada Gencatan Senjata dan Rekonstruksi

Selain itu, kedua negara juga mulai merancang perjanjian rekonstruksi yang akan melibatkan bantuan internasional untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur, memperbaiki ekonomi yang terpuruk, serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil yang terdampak perang. Ukraina, yang sebagian besar wilayahnya telah mengalami kerusakan parah akibat invasi Rusia, berharap bahwa rekonstruksi ini bisa mempercepat proses pemulihan dan stabilisasi di kawasan tersebut.

“Perdamaian bukan hanya tentang berhenti berperang, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi rakyat kami yang telah menderita begitu lama,” ujar Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina, dalam konferensi pers setelah pertemuan. Ia menekankan bahwa proses rekonstruksi akan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat internasional, termasuk bantuan untuk mengatasi krisis pengungsi dan reintegrasi wilayah yang terpisah.

Sementara itu, Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, menyatakan bahwa Rusia juga berkomitmen untuk mengakhiri permusuhan dan mendukung proses perdamaian. “Kami ingin memastikan bahwa keamanan di wilayah ini terjamin, baik untuk Ukraina maupun Rusia. Namun, perdamaian yang sejati hanya bisa tercapai dengan saling menghormati kepentingan masing-masing negara,” katanya.Russia Ukraine conflict: Vladimir Putin Moscow invade Ukraine and announce  special military operation for Donbas - BBC News Pidgin

Baca Juga: Car Free Day di Kantor Gubernur DIY Puluhan Kendaraan Diminta Putar Balik

Potret Rusia Ukraina Agenda yang Masih Panjang: Tantangan di Depan

Meskipun ada perkembangan yang menggembirakan, banyak pengamat memperingatkan bahwa jalan menuju perdamaian yang abadi masih terjal dan penuh tantangan. Isu-isu seperti status Krimea, yang telah dianeksasi oleh Rusia pada 2014, serta kedaulatan wilayah Donbas yang diwarnai oleh separatis pro-Rusia, masih menjadi batu sandungan utama. Kedua pihak memiliki posisi yang sangat berbeda mengenai masa depan wilayah-wilayah ini, dengan Ukraina menginginkan kembalinya wilayah yang hilang, sementara Rusia menuntut jaminan keamanan untuk etnis Rusia di wilayah tersebut.

Selain itu, masalah pemulihan ekonomi dan perpindahan pengungsi juga membutuhkan perhatian serius. Pengembalian pengungsi dan reintegrasi wilayah yang rusak akan memerlukan waktu dan upaya yang sangat besar, serta dukungan politik yang kuat dari komunitas internasional.

“Masalah yang ada sangat kompleks, dan ini bukan proses yang akan selesai dalam semalam.

Dukungan Internasional dan Harapan Baru untuk Eropa

Dukungan internasional terhadap pertemuan ini sangat penting. Negara-negara seperti Jerman, Prancis, dan Turki, yang memainkan peran sebagai penengah, telah berkomitmen untuk terus memberikan bantuan dalam implementasi kesepakatan perdamaian ini. Mereka juga mengusulkan pembentukan misinya pemantauan internasional yang akan memastikan bahwa kedua pihak mematuhi gencatan senjata dan melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka.

Perdamaian di Ukraina sangat penting bagi stabilitas Eropa, karena konflik yang berlarut-larut di kawasan ini telah memicu ketegangan yang meluas di seluruh dunia. Bagi Uni Eropa dan NATO, penyelesaian konflik ini dapat menjadi batu loncatan untuk mempererat hubungan dan memperkuat sistem keamanan kolektif di Eropa. Selain itu, dunia juga berharap bahwa proses ini akan memberikan contoh bagi negara-negara lain yang terjebak dalam konflik berkepanjangan untuk menemukan solusi damai.

Shoppe Mall