Car Free Day di Kantor Gubernur DIY, Puluhan Kendaraan Diminta Putar Balik
Jangkauan Celigon – Car Free Day (CFD) yang digelar di kawasan Kantor Gubernur DIY pada hari Minggu (22/1) lalu, menjadi ajang yang menarik perhatian warga dan pengunjung Yogyakarta. Namun, di balik kemeriahan acara tersebut, sejumlah kendaraan yang mencoba memasuki kawasan tersebut diminta untuk putar balik oleh petugas keamanan dan dinas terkait. Kejadian ini terjadi sebagai bagian dari upaya untuk menjaga kelancaran acara dan menciptakan suasana yang lebih ramah lingkungan di pusat kota Yogyakarta.
Tujuan Car Free Day di Kantor Gubernur DIY
Car Free Day di kawasan Kantor Gubernur DIY merupakan bagian dari inisiatif pemerintah provinsi untuk mengurangi polusi udara, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, serta mendorong masyarakat untuk lebih aktif berolahraga. Pada setiap CFD, ruas jalan di sekitar kantor gubernur ini ditutup sementara bagi kendaraan bermotor, dan dibuka untuk pejalan kaki, pesepeda, serta berbagai aktivitas positif lainnya seperti senam massal, bazar makanan sehat, dan pertunjukan seni.
Acara ini, yang digelar secara rutin setiap minggu, bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan transportasi ramah lingkungan, seperti sepeda dan berjalan kaki, sambil menikmati waktu bersama keluarga dan komunitas. Selain itu, CFD juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai produk lokal dan kegiatan sosial yang mendukung gaya hidup sehat.
Baca Juga: Ketika Gubernur NTB Naik Motor Trail Tinjau Jalan Rusak di Sumbawa
Kendaraan yang Diminta Putar Balik
Sebagian kendaraan, terutama mobil pribadi dan motor, terpaksa diminta untuk putar balik karena tidak mematuhi aturan yang sudah disosialisasikan sebelumnya.
“Ini adalah bagian dari kebijakan kami untuk menjadikan kawasan ini bebas kendaraan dan lebih ramah lingkungan.
Reaksi Masyarakat dan Pengunjung
Bagi sebagian warga Yogyakarta, keputusan untuk menutup kawasan CFD bagi kendaraan motor dan mobil merupakan kebijakan yang sangat disambut baik. Mereka menganggap kegiatan tersebut sebagai langkah positif untuk menurunkan tingkat polusi udara di kota yang semakin padat ini.
“Saya sangat mendukung Car Free Day seperti ini. Rasanya berbeda sekali bisa berjalan di tengah kota tanpa polusi udara dan suara bising dari kendaraan.
“Awalnya saya tidak tahu kalau kawasan ini ditutup untuk kendaraan. Saya pikir bisa langsung masuk,
Sosialisasi dan Persiapan untuk Acara Mendatang
“Ke depannya, kami akan berusaha agar prosesnya lebih lancar dan pengunjung bisa mendapatkan informasi lebih awal. Kami juga mengimbau pengunjung untuk datang lebih awal dan menggunakan transportasi umum atau sepeda jika memungkinkan,” ungkap Slamet.
Manfaat Car Free Day bagi Kota Yogyakarta
Selain itu, CFD juga menjadi salah satu agenda yang mendukung visi Yogyakarta sebagai kota ramah lingkungan yang semakin berkembang pesat. Tidak hanya soal mengurangi kemacetan dan polusi, tetapi juga dalam menciptakan ruang publik yang lebih sehat dan inklusif bagi masyarakat.






