Gajah Sumatera Ditemukan Mati Setelah Banjir di Aceh — Terjepit Kayu Hasil Banjir
Jangkauan Celigon — Gajah Sumatera Ditemukan Mati (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, setelah diterjang banjir bandang yang disertai longsor dan hanyutnya material hutan. Bangkai gajah tersebut ditemukan tertimbun kayu dan lumpur — memperlihatkan betapa dahsyatnya arus banjir yang melanda wilayah itu.
Kronologi Penemuan
Banjir terjadi pada tanggal 25 November 2025, akibat meluapnya Sungai Meureudu — banjir membawa arus deras sekaligus material kayu hutan dan lumpur.
Pada Sabtu, 29 November 2025, warga yang meninjau lokasi pascabanjir menemukan bangkai gajah dalam kondisi mengenaskan — sebagian tubuh terkubur, kepala mengarah ke bawah, dan terjepit antara tumpukan kayu serta lumpur.
Karena medan sulit dan lokasi terisolasi (akses hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki sekitar dua jam), warga tidak mampu memindahkan tubuh gajah, sementara kuat dugaan hewan tersebut hanyut dari daerah hulu ketika banjir dan longsor terjadi.
Baca Juga: Hong Kong 3Hari Berkabung Kenang 128 Korban Tewas Kebakaran Apartemen
Implikasi bagi Lingkungan dan Konservasi Satwa
Temuan ini menggambarkan dampak serius bencana alam terhadap satwa liar — terutama spesies yang dilindungi seperti Gajah Sumatera. Banjir tidak hanya menghancurkan permukiman manusia, tetapi juga merusak habitat alami dan mengancam kelangsungan hidup satwa.
Dari peristiwa ini mencuat pertanyaan terkait kondisi hutan di daerah hulu: banyak kayu hutan terbawa arus, yang bisa jadi akibat kerusakan hutan, penggundulan, atau lemahnya perlindungan lingkungan. Pihak berwenang lokal menyatakan akan melakukan peninjauan kondisi hutan pasca-banjir.
Organisasi lingkungan turut mendorong agar pascabencana, dilakukan upaya rehabilitasi ekologis dan pemulihan habitat — agar kejadian serupa tidak kembali mengancam satwa dan masyarakat.
Gajah Sumatera Ditemukan Mati Reaksi Warga & Pemerintah Lokal
Warga setempat mengaku terkejut karena selama ini di area Meunasah Lhok jarang, bahkan tidak pernah, melihat gajah mendekat pemukiman — Gajah Sumatera umumnya berada jauh di dalam hutan.
Endapan Kisah dan Peringatan untuk Perlindungan Alam
Pembenahan tata kelola hutan, perlindungan habitat, serta penguatan sistem peringatan dini terhadap bencana menjadi semakin mendesak.






