Hong Kong 3Hari Berkabung untuk Kenang 128 Korban Kebakaran Apartemen
Jangkauan Celigon – Hong Kong 3Hari Berkabung menggelar tiga hari berkabung nasional untuk mengenang 128 korban yang tewas akibat kebakaran besar di sebuah kompleks apartemen. Kejadian tragis ini mengguncang masyarakat dan menimbulkan duka mendalam di seluruh kota.
Kebakaran, yang terjadi beberapa hari lalu, menghancurkan puluhan unit apartemen dan memicu evakuasi besar-besaran. Api menyebar dengan cepat, diduga dipicu oleh korsleting listrik, dan menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Banyak korban yang terjebak karena pintu darurat dan jalur evakuasi terhalang.
Upacara dan Tanda Berkabung
Pemerintah Hong Kong menetapkan tiga hari berkabung resmi. Selama periode ini, bendera dikibarkan setengah tiang di gedung-gedung pemerintah dan fasilitas publik. Beberapa lembaga juga menunda kegiatan hiburan atau acara publik sebagai bentuk penghormatan.
Hong Kong 3Hari Berkabung Warga diminta untuk menyalakan lilin dan mendoakan korban. Banyak keluarga korban juga menggelar ritual doa di lokasi kebakaran dan di rumah masing-masing, mengenang kerabat yang hilang.
Baca Juga: Bupati Bima Minta Gubernur NTB Ambil Langkah Tegas Soal Kondisi Hutan yang Makin Kritis
Penyelidikan dan Langkah Pencegahan
Pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab kebakaran dan kemungkinan kelalaian dalam prosedur keselamatan gedung. Regulator bangunan berjanji memperketat inspeksi keselamatan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan kebakaran di setiap bangunan. Kami berkomitmen memastikan standar keselamatan lebih ketat,” kata pejabat pemerintah.
Hong Kong 3Hari Berkabung Duka dan Solidaritas Masyarakat
Masyarakat Hong Kong menunjukkan solidaritas yang tinggi. Banyak organisasi kemanusiaan mendirikan pos bantuan bagi korban selamat dan keluarga korban, menyediakan makanan, pakaian, serta dukungan psikologis.Korban Tewas Kebakaran Apartemen
Media lokal menyoroti kisah heroik warga dan petugas pemadam kebakaran yang berjuang mengevakuasi penghuni apartemen meski dalam kondisi ekstrem.
Bencana ini menjadi salah satu kebakaran apartemen paling mematikan dalam sejarah Hong Kong, dan duka atas kehilangan nyawa terus dirasakan masyarakat selama masa berkabung tiga hari.






