Kejurnas Panahan Tradisional 2025: 995 Peserta dari Seluruh Indonesia Ramaikan Ajang Nasional
Jangkauan Celigon – Kejurnas Panahan Tradisional 2025 Panahan Tradisional 2025 resmi digelar dengan menghadirkan 995 peserta dari seluruh penjuru Indonesia. Ajang ini menjadi wadah prestisius bagi atlet panahan tradisional, sekaligus sarana pelestarian budaya dan promosi olahraga berbasis kearifan lokal.
Momentum Kebangkitan Panahan Tradisional
Kejurnas Panahan Tradisional 2025 digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, dan berlangsung selama lima hari. Ajang ini tidak hanya menguji kemampuan atlet, tetapi juga menampilkan ragam teknik memanah khas daerah masing-masing, mulai dari gaya Sunda, Dayak, hingga Minangkabau.
Jumlah Peserta: 995 atlet, mencatat rekor baru dalam sejarah Kejurnas Panahan Tradisional.
Distribusi Peserta: Atlet berasal dari 34 provinsi, mencerminkan penyebaran panahan tradisional di seluruh nusantara.
Kategori Pertandingan: Kejurnas dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan jarak, teknik, dan jenis busur, termasuk kategori putra, putri, dan beregu.
Baca Juga: BPOM Pastikan Label Air Pegunungan di AMDK Sudah Melalui Verifikasi Ketat
Tujuan Kejurnas: Prestasi dan Pelestarian Budaya
Ketua Panitia Kejurnas, Hadi Santoso, menjelaskan bahwa ajang ini memiliki dua tujuan utama:
Meningkatkan Prestasi Atlet
Kejurnas menjadi arena seleksi bagi atlet untuk persiapan PON 2028 dan kejuaraan internasional lainnya.
Melestarikan Kearifan Lokal
Panahan tradisional merupakan bagian dari budaya Indonesia. Dengan memperkenalkan teknik memanah khas daerah, Kejurnas membantu menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap budaya lokal.
Hadi menambahkan:
Kita ingin panahan tradisional tidak hanya menjadi olahraga, tapi juga warisan budaya yang hidup dan terus berkembang.”
Sorotan Peserta dan Kompetisi
Para peserta menunjukkan kemampuan tinggi dan teknik khas daerah masing-masing:
Beberapa atlet muda menjadi sorotan karena kemampuan mereka menembus target dengan akurasi luar biasa, sehingga memicu antusiasme penonton dan juri.
Kejurnas Panahan Tradisional 2025 Dukungan Pemerintah dan Federasi
Kejurnas Panahan Tradisional 2025 mendapat dukungan penuh dari:
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora): Memberikan fasilitas dan pengawasan pertandingan.
Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (PPTI): Mengatur regulasi, kategori lomba, dan teknik penilaian.
Pemerintah Daerah: Mengirimkan atlet dan mendukung pengembangan panahan tradisional di daerah masing-masing.
Kejurnas Panahan Tradisional 2025 Dampak Positif Kejurnas
Peningkatan Kualitas Atlet
Kejurnas menjadi tolok ukur kemampuan atlet, sekaligus ajang untuk menjaring bibit muda berpotensi untuk kompetisi internasional.
Penguatan Identitas Budaya
Kompetisi ini mengedukasi masyarakat tentang keragaman teknik memanah tradisional dari berbagai daerah.
Peningkatan Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Kehadiran atlet dan penonton dari seluruh Indonesia membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, termasuk pengrajin busur, pedagang makanan, dan sektor pariwisata.
Kejurnas Panahan Tradisional 2025 Tantangan dan Harapan
Standarisasi Alat dan Teknik
Perbedaan jenis busur dan panah di setiap daerah memerlukan regulasi yang adil untuk memastikan pertandingan tetap kompetitif.
Peningkatan Fasilitas Latihan
Banyak atlet dari daerah terpencil masih kesulitan mendapatkan fasilitas latihan yang memadai.
Publikasi dan Media
Panahan tradisional perlu promosi lebih luas agar dikenal masyarakat luas dan menarik generasi muda untuk terlibat.
Kesimpulan
tidak sekadar ajang olahraga, tetapi simbol pelestarian budaya dan pengembangan prestasi atlet di tingkat nasional. Dengan 995 peserta dari seluruh Indonesia, kompetisi ini menunjukkan bahwa panahan tradisional tetap relevan, menantang, dan memiliki potensi besar sebagai olahraga sekaligus warisan budaya yang membanggakan bangsa.
