Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Target Bangun 750 Batalion hingga 2029 TNI AD Bukan karena Ancaman Asing!

Target Bangun 750 Batalion
Shoppe Mall

Target Bangun 750 Batalion Hingga 2029: TNI AD Tegaskan Itu Bukan Karena Ancaman Asing

Jangkauan Celigon — Target Bangun 750 Batalion Angkatan Darat Republik Indonesia (TNI AD) menegaskan bahwa rencana ambisius membentuk 750 batalion teritorial tempur (BTP) hingga tahun 2029 bukan semata-mata respons terhadap ancaman militer eksternal. Menurut pejabat TNI dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam), peningkatan kekuatan ini lebih bersifat multifungsi: pertahanan, pembangunan wilayah, dan penguatan daya tangkal nasional.


Dalam Konteks Optimum Essential Force (OEF)

Rencana penambahan batalion ini dijalarkan dalam kerangka Optimum Essential Force (OEF) 2025–2029, sebagai kelanjutan dari konsep sebelumnya, Minimum Essential Force (MEF). Pertahanan Kemenko Polkam, Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo, menegaskan bahwa penambahan satuan ini akan disesuaikan dengan “kebutuhan operasional dan kebijakan pertahanan nasional.”

Shoppe Mall

Fungsi Ganda: Tempur & Pembangunan

Kolonel Inf Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, menjelaskan bahwa batalion teritorial yang akan dibangun tidak hanya fokus pada fungsi militer konvensional:

Peran Pembangunan Wilayah
– Dalam banyak kasus, batalion teritorial akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membuka lahan pertanian, mendukung infrastruktur lokal, dan mempercepat pembangunan ekonomi di wilayah-wilayah strategis.

Donny menyatakan bahwa “fungsi teritorial” ini penting agar TNI AD bisa membantu memperkuat pembangunan nasional, terutama di daerah-daerah yang sulit terjangkau.HUT TNI Momentum Penegasan Batas Peran di Ranah Sipil


Baca Juga: Janji Netanyahu Lucuti Senjata Hamas dan Demiliterisasi Gaza

Target Bangun 750 Batalion Distribusi Geografis: Fokus di Wilayah Perbatasan

Salah satu alasan utama pembentukan batalion baru adalah penguatan di wilayah perbatasan.

Dengan menempatkan batalion di kabupaten-kabupaten strategis, TNI AD berharap meningkatkan kehadiran negara dan kapasitas pertahanan sekaligus membantu stabilitas sosial-ekonomi setempat.


Argumen “Bukan Karena Ancaman Asing”

Beberapa poin penting yang menegaskan bahwa target 750 batalion bukan hanya untuk menghadapi ancaman luar negeri:

Keterlibatan Pembangunan Daerah: Batalion akan berkontribusi pada pembangunan lokal, bukan hanya sebagai pasukan perang.

Efisiensi Pertahanan: Dalam model OEF, unit tempur juga harus efisien dan multifungsi, bukan “militer besar tanpa tujuan jelas”.


Tantangan dan Kritik

Rencana besar ini tentu tidak tanpa kritik dan tantangan:

Anggaran: Ekspansi besar-besaran dalam jumlah satuan akan menekan anggaran pertahanan, terutama bila harus mendirikan infrastruktur baru, logistik, dan pelatihan.


Target Bangun 750 Batalion Potensi Manfaat Besar bagi Nasional

Jika terealisasi, rencana 750 batalion bisa membawa sejumlah manfaat positif:

Penguatan pertahanan nasional: Dengan unit tempur di banyak wilayah strategis, Indonesia memiliki daya tangkal lebih besar.

Desentralisasi pertahanan: Membawa TNI lebih dekat ke daerah perbatasan dan kabupaten-kabupaten di dalam negeri.

Pemberdayaan ekonomi lokal: Batalion teritorial bisa menjadi agen pembangunan, berperan aktif dalam infrastruktur dan ekonomi lokal.

Stabilitas sosial: Kehadiran pasukan teritorial di daerah terpencil bisa meningkatkan rasa aman masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sosial.


Kesimpulan

Penguatan ini melekat pada visi pertahanan nasional yang adaptif (sesuai OEF), sekaligus merangkul fungsi pembangunan wilayah dan kedaulatan teritorial.

Shoppe Mall