Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Warakas Rutin Dibersihkan Setiap Pagi, Warga Puji Upaya Dinas Kebersihan
Jangkauan Celigon – Tumpukan Sampah di Pinggir yang kerap memenuhi pinggir Jalan Warakas, Tanjung Priok, kini mulai berkurang berkat kegiatan pembersihan rutin setiap pagi yang dilakukan oleh Dinas Kebersihan Jakarta Utara. Aktivitas ini mendapat perhatian positif dari warga setempat, yang merasa lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman.
Kegiatan Pembersihan Rutin
Setiap hari, tim kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta Utara memulai pembersihan pukul 05.30 WIB. Petugas menyisir sepanjang jalan dan gang-gang kecil, mengangkat sampah plastik, kertas, dan sisa makanan yang menumpuk di tepi jalan.
Kepala Seksi Kebersihan DLH Jakarta Utara, Siti Marlina, menjelaskan:
“Kami menargetkan semua titik rawan sampah agar tidak menjadi sarang penyakit. Pembersihan pagi hari dipilih karena kendaraan dan aktivitas warga masih minim, sehingga proses pembersihan lebih efisien.”
Baca Juga: Sadisnya Geng Motor di Medan, Tikam Pencari Nasi Sisa hingga Tewas
Tanggapan Warga
Warga setempat menyambut baik upaya ini. Pak Budi (52), pedagang kaki lima di Jalan Warakas, mengatakan:
“Sekarang jalan lebih bersih, tidak ada bau menyengat lagi. Pelanggan juga lebih nyaman datang ke warung. Semoga ini rutin terus.”
Begitu juga dengan Ibu Rina (37), ibu rumah tangga, yang menambahkan:
“Sampah yang menumpuk dulu membuat anak-anak takut bermain di luar. Sekarang mereka bisa bermain sepeda dengan aman.”
Tumpukan Sampah di Pinggir Tantangan Kebersihan di Kawasan Padat
Meskipun pembersihan rutin berjalan lancar, petugas masih menghadapi tantangan besar. Jalan Warakas termasuk kawasan padat dengan pedagang kaki lima dan rumah warga yang menghasilkan sampah organik dan non-organik setiap hari.
Selain itu, perilaku warga dan pengunjung yang masih membuang sampah sembarangan menjadi kendala. Untuk itu, DLH juga gencar melakukan sosialisasi pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
Tumpukan Sampah di Pinggir Strategi DLH untuk Lingkungan Bersih
Selain pembersihan rutin, Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara menerapkan beberapa strategi:
Pemasangan tempat sampah tambahan di titik rawan pembuangan sampah.
Patroli kebersihan untuk memastikan sampah tidak menumpuk di pinggir jalan.
Edukasi warga melalui spanduk, pengumuman RT/RW, dan media sosial tentang pengelolaan sampah.
Pengelolaan sampah terjadwal dengan truk pengangkut yang mengambil sampah dua kali sehari.
Siti Marlina menambahkan, “Pembersihan tidak hanya soal estetika. Lingkungan bersih mencegah penyakit, menjaga kualitas udara, dan membuat masyarakat lebih nyaman beraktivitas.”
Dampak Positif
Hasilnya terlihat nyata:
Bau tidak sedap berkurang drastis.
Warga lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya.
Aktivitas perdagangan dan transportasi lebih lancar karena jalan tidak tersumbat sampah.
Anak-anak dapat bermain di area lingkungan sekitar tanpa takut kotor atau terkena benda tajam.
Kesimpulan
Pembersihan tumpukan sampah di pinggir Jalan Warakas setiap pagi menjadi contoh manajemen kebersihan yang efektif di kawasan padat penduduk. Keberhasilan ini bukan hanya karena kerja keras petugas DLH, tetapi juga dukungan aktif warga yang mulai sadar pentingnya menjaga lingkungan.





