Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Gempa Filipina: Korban Tewas Jadi 60 Orang Ratusan Gempa Susulan Masih Terjadi

Shoppe Mall

Gempa Filipina: Korban Naik Jadi 60, Ratusan Gempa Susulan Terus Melanda

Jangkauan Celigon – Gempa Filipina kembali diguncang oleh gempa besar yang menimbulkan kerusakan parah dan korban jiwa. Data terbaru menunjukkan setidaknya 60 orang tewas, sementara ratusan gempa susulan (aftershock) masih terjadi dan memperparah situasi di daerah terdampak.


Detail Gempa & Pusat Guncangan

Gempa berkekuatan magnitude 6,9 mengguncang malam hari, dengan pusat episentrum berada di dekat Bogo City, provinsi Cebu.

Shoppe Mall

Kedalaman gempa relatif dangkal, sekitar 10 km, yang menjadikan guncangan terasa sangat keras dan merusak.

Tidak ada peringatan resmi tsunami setelah gempa tersebut.


Korban & Kerusakan

Hingga laporan terakhir, sekitar 60 orang tewas tercatat dari berbagai wilayah terdampak.

Selain korban jiwa, puluhan hingga ratusan orang terluka, tergantung kondisi bangunan dan lokasi.

Kerusakan infrastruktur meliputi rumah roboh, retakan di bangunan, jaringan listrik dan air terganggu di beberapa daerah.

Di Bogo dan San Remigio, beberapa struktur publik dan bangunan lama—seperti gereja tua—tercatat ikut terkena rusak.

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban di Tengah Gempa Susulan – DW – 23.11.2022


Baca Juga: Kemlu RI Klarifikasi Foto Prabowo di Baliho Abraham Shield yang Gegerkan Publik

Gempa Susulan: Ancaman Lancung yang Terus Berlanjut

Dalam catatan seismologi, tercatat puluhan hingga ratusan gempa susulan (aftershock) setelah gempa besar.

Salah satu laporan mengatakan bahwa setidaknya 82 gempa susulan telah tercatat hingga dini hari setelah gempa utama.

Sebagian aftershock terasa oleh masyarakat (menggetarkan tanah), menambah trauma dan kekhawatiran di kalangan warga yang keluar rumah.

Para petugas dan masyarakat dihimbau untuk tetap waspada, menjauhi bangunan retak, dan mengikuti arahan evakuasi jika masih terdampak getaran kuat.


Gempa Filipina Respons Pemerintah & Tindakan Darurat

Pemerintah Filipina segera mengerahkan tim SAR (Search and Rescue) ke lokasi-lokasi terdampak, termasuk Bogo dan daerah pesisir sekitarnya.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. menjanjikan bantuan cepat dan mengerahkan kabinet terkait untuk memimpin koordinasi darurat.

Beberapa daerah, seperti San Remigio (Cebu), sudah menetapkan status state of calamity untuk mempercepat penanganan bencana dan pendistribusian bantuan.

Upaya pemulihan seperti memulihkan listrik, saluran air, membersihkan puing, dan memperbaiki jalan rusak saat ini menjadi prioritas.

Gempa Filipina Tantangan & Ancaman ke Depan

Infrastruktur rusak dan kondisi cuaca (termasuk hujan atau tanah labil) bisa memperparah situasi dan memperlambat akses bantuan.

Kehadiran gempa susulan membuat warga takut kembali ke rumah dan berpotensi terjebak dalam situasi darurat berkepanjangan.

Kebutuhan logistik, makanan darurat, air bersih, dan obat-obatan menjadi mendesak, terutama di daerah yang terisolasi akibat kerusakan jalan.

Pemulihan dan rekonstruksi jangka panjang akan memakan waktu dan memerlukan sumber daya besar.


Kesimpulan

Gempa magnitude 6,9 di Filipina telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan—diperkirakan sekitar 60 orang tewas—serta kerusakan bangunan dan terganggunya sistem publik. Ratusan gempa susulan memperpanjang situasi genting yang masih berlangsung. Respons cepat dari pemerintah dan lembaga bencana menjadi kunci agar dampak lebih besar bisa diminimalkan.

Shoppe Mall