Dony Oskaria Ditunjuk Jadi Plt Menteri BUMN, Istana: Sosok Tepat untuk Stabilkan Sektor Strategis
Jangkauan Celigon — Dony Oskaria Ditunjuk Pemerintah resmi menunjuk Dony Oskaria sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggantikan sementara posisi Erick Thohir yang tengah menjalankan tugas negara lainnya. Penunjukan ini diumumkan oleh pihak Istana dan langsung mendapatkan sorotan publik, mengingat Dony dikenal luas sebagai profesional yang berpengalaman di dunia korporasi, khususnya di sektor aviasi dan pariwisata.
1. Pengangkatan Berdasarkan Keputusan Presiden
Keputusan Presiden (Keppres) tentang penunjukan Dony Oskaria sebagai Plt Menteri BUMN diteken pada awal pekan ini. Penunjukan tersebut bersifat sementara, namun tetap memiliki wewenang penuh untuk menjalankan roda kementerian.
Bapak Presiden menilai Pak Dony sebagai figur yang memahami dinamika BUMN dan memiliki kemampuan manajerial yang terbukti di lapangan,” ujar Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, dalam konferensi pers di Istana.
2. Latar Belakang Profesional Jadi Pertimbangan
Dony Oskaria bukan nama baru dalam lingkup BUMN. Ia sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama di Garuda Indonesia dan dikenal sebagai sosok yang membantu proses transformasi besar-besaran dalam tubuh maskapai pelat merah itu. Dony juga sempat aktif di beberapa lini usaha BUMN dan swasta, serta memiliki reputasi baik dalam tata kelola perusahaan.
Pengalaman beliau di sektor korporasi dan pemahamannya terhadap dinamika politik-ekonomi menjadi nilai tambah,” kata Ari.
Penunjukan ini juga dianggap sebagai sinyal bahwa pemerintah ingin menjaga stabilitas di tubuh BUMN jelang masa transisi kabinet baru pasca Pilpres 2024.
3. Dony Oskaria Ditunjuk Jaga Momentum Transformasi BUMN
Dalam pernyataan resminya, Dony Oskaria menyatakan akan menjaga kesinambungan agenda reformasi BUMN yang sudah berjalan, termasuk efisiensi operasional, digitalisasi, hingga mendorong kinerja perusahaan negara yang masih tertinggal.
Saya akan meneruskan amanah yang telah dibangun oleh Pak Erick, memastikan BUMN tetap berada pada jalur transformasi dan memberikan kontribusi optimal kepada negara,” kata Dony.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap BUMN di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
4. Tugas Mendesak: Rapat Evaluasi dan Pembenahan Portofolio
Sebagai langkah awal, Dony dijadwalkan memimpin rapat evaluasi dengan para direksi BUMN strategis, termasuk di sektor energi, pangan, dan transportasi. Evaluasi ini akan digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan jangka pendek, termasuk menyikapi kondisi keuangan beberapa BUMN yang masih belum sehat.
Kita akan lihat mana BUMN yang butuh intervensi cepat, dan mana yang bisa diarahkan untuk ekspansi,” ujar Dony.
5. Respons Publik dan Ekonomi
Penunjukan ini mendapat tanggapan beragam dari pengamat ekonomi. Sebagian menilai Dony sebagai pilihan pragmatis yang memahami sektor bisnis dan birokrasi. Namun ada juga yang mengingatkan agar Plt menteri tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan strategis yang berdampak jangka panjang.






