Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Martin Luther: Biarawan yang Mengubah Wajah Kekristenan

Martin Luther
Shoppe Mall

Martin Luther: Biarawan yang Mengubah Wajah Kekristenan

Jangkauan Celigon – Martin Luther adalah tokoh penting dalam sejarah Gereja Kristen yang dikenal sebagai pelopor Reformasi Protestan. Ia bukan hanya seorang biarawan dan profesor teologi asal Jerman, tapi juga sosok yang mengubah cara dunia memandang iman, keselamatan, dan otoritas gereja.

Latar Belakang

Luther lahir di Eisleben, Jerman, dan kemudian menjadi anggota Ordo Biara Augustinian. Ia mengajar teologi di Universitas Wittenberg. Pada masa itu, Gereja Katolik Roma sangat kuat, namun ada banyak praktik yang dipandang menyimpang, termasuk penjualan surat pengampunan dosa atau indulgensi.

Shoppe Mall

Titik Balik: 95 Dalil

Pada tanggal 31 Oktober 1517, Luther menempelkan 95 dalil di pintu Gereja Kastil Wittenberg. Dalam dokumen itu, ia mengkritik praktik indulgensi dan menegaskan bahwa keselamatan hanya bisa diperoleh melalui iman kepada Tuhan, bukan dengan membeli pengampunan.

Tindakan ini memicu reaksi besar, menyebarkan ide-idenya dengan cepat berkat kemajuan mesin cetak.

Ajaran dan Pengaruh

Luther mengajarkan bahwa Alkitab adalah otoritas tertinggi (bukan paus), dan setiap orang percaya bisa membaca dan memahami Firman Tuhan secara langsung tanpa perantara. Ini membuka jalan bagi penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa lokal.

SABDA.org / PUBLIKASI / e-BinaSiswa / Edisi 2018 No. 106 -- Mengenal Sejarah Reformasi Gereja (1)

Baca Juga:Bali Dapat Bantuan dari Timor Leste Rp 41 Miliar untuk Tangani Banjir

Gerakan yang dipimpinnya kemudian dikenal sebagai Reformasi Protestan, yang memisahkan sebagian besar gereja di Eropa dari Gereja Katolik Roma.

Martin Luther Warisan

Meskipun banyak menghadapi penentangan, Luther tetap berpegang pada keyakinannya hingga wafat pada 1546. Ide-idenya mempengaruhi tidak hanya agama, tapi juga politik, budaya, dan pendidikan di Eropa.

Hari ini, Martin Luther dikenang sebagai sosok revolusioner yang berani menentang status quo demi prinsip iman dan kebenaran.

Martin Luther Reaksi Cepat dari Berbagai Kalangan

Langkah Luther segera menarik perhatian banyak pihak. Dalam waktu singkat, salinan 95 dalil itu menyebar luas, berkat teknologi baru mesin cetak yang membuat distribusi teks menjadi revolusioner.

Sebagian pendeta dan akademisi mendukungnya, menyebut ini sebagai momen penting untuk mereformasi Gereja. Namun pihak otoritas gereja—terutama para penjual indulgensi—menyebut Luther sebagai pembangkang.

Menuju Krisis Besar dalam Gereja

Vatican dikabarkan telah mengetahui aksi Luther dan tengah mempertimbangkan langkah hukum. Ada kemungkinan Luther akan dipanggil ke Roma untuk diadili atas tuduhan heresy (ajaran sesat).

Saya tidak bermaksud memecah Gereja, tetapi menyelamatkan kebenaran Injil,” kata Luther dalam diskusi di Universitas Wittenberg.

Apa Selanjutnya?

Para pengamat menyebut ini bisa menjadi awal dari perpecahan besar dalam Gereja Barat. Banyak yang kini bertanya: Apakah ini sekadar debat teologis, atau cikal bakal gerakan baru dalam Kekristenan?

Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti: hari ini, 31 Oktober 1517, dunia Kekristenan tidak lagi sama.

Shoppe Mall