Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Sempat Terkendala Perjalanan LRT Jabodebek Kembali Normal

Sempat Terkendala Perjalanan
Shoppe Mall

Sempat Terkendala, Perjalanan LRT Jabodebek Kembali Normal

Jangkauan Celigon Sempat Terkendala Perjalanan operasional LRT Jabodebek mengalami gangguan teknis pada TS 15 di lintas antara Bekasi Barat ‑ Cikunir 2 sekitar pukul 09.35 WIB.

Akibat gangguan ini, sejumlah layanan tertunda atau dialihkan. Sebagai langkah penanganan, 35 penumpang dievakuasi menggunakan kereta rangkaian TS 23 menuju Stasiun Bekasi Barat.

Shoppe Mall

Dilakukan rekayasa operasional: relasi perjalanan Dukuh Atas BNI ‑ Jatimulya diubah, melayani separuh rute dulu sebelum kembali seperti biasa.

Setelah proses pemeliharaan dan perbaikan, operasional LRT Jabodebek kembali berjalan normal sesuai jadwal.


Analisis Penyebab Gangguan

Melihat dari laporan, berikut beberapa penyebab gangguan operasional:

Gangguan teknis pada infrastruktur rel/TS
TS 15 disebut sebagai titik awal gangguan pada lintas yang cukup vital (Bekasi Barat ‑ Cikunir 2). Ini merupakan salah satu elemen penting dari sistem rel dan pengendalian.

Kapasitas evakuasi dan “mode darurat/replika jalan”
Karena garapan rel langsung atau sarana TS bermasalah, LRT menerapkan rekayasa operasional—termasuk pemendek jalur, pemisahan perjalanan, dan evakuasi penumpang.

Dampak pada pengguna dan jadwal
Penundaan dan ketidakpastian bagi pengguna yang hendak bepergian, terutama pada jam pagi sibuk. Gangguan seperti ini mengguncang kepercayaan dan memicu keresahan


Pengalaman Pengguna / Dampak Sosial

Ada rasa frustrasi, terutama bagi yang harus mengejar waktu kerja, sekolah atau jadwal penting lainnya. Komunikasi dari pihak LRT sangat dibutuhkan agar penumpang memahami mengapa layanan terganggu dan berapa lama. Beberapa berita menyebut bahwa pengelola meminta maaf atas ketidaknyamanan.

Kereta LRT Jabodebek Beroperasi Tanpa Masinis, Aman Nggak?


Baca Juga: Respons Gibran Jokowi dan Luhut soal Prabowo “Reshuffle” Kabinet

Opini & Kritik Publik

Ada pertanyaan: mengapa titik seperti TS 15, atau sinyal, atau komponen vital lainnya bisa gagal? Apakah survei berkala atau inspeksi rutin cukup?

Publik juga berharap agar LRT Jabodebek tidak hanya “kembali normal”, tetapi ada jaminan bahwa ke depan kejadian serupa tidak terulang—baik dari segi keamanan, keandalan, dan transparansi mengenai status dan kondisi sarana penunjang.


Sempat Terkendala Perjalanan Perbandingan Kasus Gangguan Sebelumnya

Operasi kembali normal pada sore hari setelah rekayasa jalur.

Gangguan di Stasiun Kampung Rambutan pada pagi hari, pintu kereta tidak bekerja normal, penyebabnya sistem integrasi sarana‑prasarana (persinyalan) terganggu.


Upaya Pengelola & Tanggung Jawab

Pihak LRT Jabodebek (KAI) melalui Manager Public Relations, Mahendro Trang Bawono, menyatakan komitmennya untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan keandalan operasi.

Pada kejadian tertentu seperti gempa, manajemen langsung mengaktifkan “manual mode” atau mode supervisi untuk memastikan keamanan rel dan pengguna.


Sempat Terkendala Perjalanan Rekomendasi Ke Depan

Pemeliharaan preventif dan inspeksi rutin
Melakukan pemeriksaan berkala pada sarana-sarana vital seperti TS (sinyal, rel switching), sistem pengereman, infrastruktur lintasan, dan peron (termasuk gap safety).

Shoppe Mall