1:Pesona Wisata Aceh Stan Disbudpar Terbaik di Expo Hari Damai 2025
Jangkauan Cilegon Pesona Wisata Aceh mendapatkan predikat stan terbaik pertama dalam Expo Hari Damai 2025 yang berlangsung di Balee Meuseraya Aceh pada 14–18 Agustus 2025 Stan tersebut menerapkan konsep ekowisata, menampilkan nuansa hijau yang menyegarkan dan interaksi hangat para Agam-Inong Aceh yang menyambut pengunjung dengan ramah dan informatif. Pengunjung diajak berdialog tentang destinasi unggulan melalui brosur, video, majalah, hingga menarik doorprize yang menambah semarak suasana .
Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal, menegaskan bahwa penghargaan ini menegaskan bahwa Aceh kini bukan hanya aman dan damai, tetapi juga siap menyongsong kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif di era baru pasca-konflik Data BPS menunjukkan lonjakan kunjungan wisatawan ke Aceh mencapai 7,3 juta kunjungan pada Januari–April 2025, meningkat 76,42% dibanding periode sama tahun sebelumnya
2: Strategi Hijau dan Interaktif: Alasan Stan Aceh Jadi Andalan Expo Hari Damai
Keberhasilan stan Aceh bukan hanya soal tampilan menarik, tetapi juga strategi komunikasi yang ideal menggabungkan teknologi informatif dan personalisasi. Penyajian ekowisata dengan banner infografis, video destinasi, hingga materi cetak inovatif menunjukkan profesionalitas Disbudpar
Interaksi langsung dengan Agam-Inong—figur tradisional yang ramah—memberikan pengalaman autentik bagi pengunjung, memperkuat brand Aceh sebagai destinasi ramah dan halal. Almuniza Kamal menekankan bahwa perdamaian 20 tahun di Aceh adalah modal kuat untuk memajukan pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif
Terlebih lagi, lonjakan drastis kunjungan wisatawan menjadi indikator bahwa promosi pameran seperti ini efektif mendongkrak minat terhadap Aceh, baik domestik maupun mancanegara
Baca Juga: Tegas dan Menginspirasi, Polwan Polres Labuhanbatu Pimpin Upacara Penurunan Bendera di Labura
3. Damai jadi Pesona”—Stan Disbudpar Aceh Bangkitkan Citra Baru Pariwisata Aceh
Berbeda dari stan pameran biasa, Disbudpar mengemas stan dengan suasana yang hidup: hijau menyegarkan, interaksi khas budaya Aceh, hingga atraksi visual dan doorprize. Ini bukan sekadar promosi, melainkan ajakan merasakan “damai yang sudah 20 tahun kita raih,” menurut Almuniza Kamal
Aceh bangkit, menampilkan wajah baru sebagai destinasi yang ramah, aman, inklusif, dan berbasis alam. Penghargaan stan terbaik menjadi simbol bahwa pariwisata Aceh tidak hanya bertahan, tetapi memimpin dengan narasi damai dan pesona budaya.
Lonjakan kunjungan wisatawan hingga 7,3 juta pada awal 2025 semakin memperkuat reputasi Aceh sebagai destinasi utama Nusantara—dengan semangat transformasi yang terasa dalam setiap warna, suara, dan sapaan Agam-Inong di stan tersebut
Ringkasan Perbandingan Gaya Penulisan
| Gaya Penulisan | Fokus Utama |
|---|---|
| Faktual & Informatif | Kemenangan, data kunjungan, pengalaman pengunjung |
| Analisis Strategi | Pendekatan promosi kreatif, strategi komunikasi, dampak pameran |
| Narasi Inspiratif | Symbolism, identitas budaya, harmonisasi damai-pariwisata |
