Pelantikan PPPK Disebut Picu Perceraian, Cilegon Buktikan Sebaliknya
Jangkauan Cilegon Pelantikan PPPK Isu tentang pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dikatakan dapat memicu perceraian sempat menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan masyarakat. Namun, Cilegon, sebagai salah satu kota yang baru-baru ini melaksanakan pelantikan PPPK, membuktikan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebaliknya, proses pelantikan ini justru diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga dan stabilitas ekonomi para pegawai.
Anggapan Negatif tentang Pelantikan PPPK
Sejak pelantikan PPPK yang berlangsung di beberapa daerah, termasuk Cilegon, isu mengenai dampak sosial dari program tersebut mulai mencuat. Penyebabnya, banyak pasangan yang merasa terbebani dengan kewajiban baru setelah salah satu pasangan mendapat status pegawai pemerintah.
Isu ini sempat mencuat setelah laporan dari sejumlah daerah menunjukkan bahwa banyak pasangan yang harus berpindah-pindah tempat tinggal atau terpaksa menjalani hubungan jarak jauh akibat penempatan tugas PPPK.
Namun, Cilegon, yang baru-baru ini melantik ratusan PPPK untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor publik, membuktikan bahwa tidak selalu menambah tekanan dalam rumah tangga, bahkan sebaliknya.
Baca Juga:Mahasiswa KKM Unival Edukasi Siswa MIS Al-Khairiyah Sambilandak untuk Cegah Bullying
Cilegon Buktikan PPPK Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga
Wali Kota Cilegon, Haji Edi Suryadi, menegaskan bahwa di Cilegon tidak menyebabkan ketegangan dalam rumah tangga. Justru, dengan mendapatkan status sebagai pegawai pemerintah, banyak pasangan yang merasa lebih terjamin secara ekonomi dan stabil dalam kehidupannya. “Pelantikan PPPK justru memberikan kemapanan dan kepastian bagi keluarga. Dengan status sebagai pegawai pemerintah, mereka bisa lebih fokus pada pekerjaan dan keluarga karena ada jaminan kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Edi Suryadi.
Para pasangan yang baru saja menerima status PPPK juga mengungkapkan rasa syukur dan optimisme mereka setelah pelantikan. Andi Pratama, seorang PPPK di Dinas Pendidikan Cilegon, mengungkapkan bahwa pelantikan ini membawa perubahan besar bagi kehidupannya dan keluarga. “Kami merasa lebih aman secara finansial. Tidak perlu lagi khawatir dengan masalah pekerjaan yang tidak menentu. Ini memberikan ketenangan mental yang juga berdampak pada keharmonisan rumah tangga,” ungkapnya.
Sebelum suami menjadi PPPK, dia bekerja dengan waktu yang tidak teratur dan pendapatan yang tidak pasti. Sekarang, dia memiliki jam kerja yang jelas dan gaji tetap, yang membuat kami lebih tenang dan lebih sering berkumpul bersama anak-anak,” kata Siti.
Pelantikan PPPK Meningkatkan Stabilitas Ekonomi
Selain meningkatkan ketenangan mental, juga berperan dalam meningkatkan stabilitas ekonomi keluarga. Sejumlah PPPK di Cilegon yang sebelumnya bekerja di sektor swasta atau dengan sistem kontrak yang tidak menentu mengaku lebih yakin dengan masa depan mereka setelah resmi menjadi bagian dari pemerintah.
Program Pendampingan Keluarga untuk PPPK
Untuk memastikan para PPPK dapat menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis, Pemerintah Kota Cilegon juga meluncurkan program pendampingan keluarga bagi para pegawai pemerintah. Program ini bertujuan untuk membantu keluarga PPPK dalam menyesuaikan diri dengan jadwal kerja yang baru dan memastikan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga tetap terjaga.
Kolaborasi dengan Komunitas untuk Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga
Tak hanya pemerintah, komunitas keluarga PPPK di Cilegon juga berperan aktif dalam menjaga keharmonisan rumah tangga anggota mereka





